alexametrics

Menkes Sampaikan Indonesia Siap Produksi Vaksin untuk Kebutuhan Global

14 September 2021, 19:16:40 WIB

JawaPos.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri pertemuan Menteri Kesehatan negara G20 pada 5-6 September 2021 di Roma, Italia. Dalam pertemuan itu, Budi berkesempatan menyampaikan sambutan pembukaan dalam kapasitasnya sebagai Ketua G20 tahun 2022 untuk sektor kesehatan.

Budi menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 memperlihatkan kelemahan dan ketimpangan di sistem kesehatan global. Hanya 20 persen dari pasokan vaksin global yang tersedia untuk negara berkembang, padahal jumlah penduduknya hampir setengah dari populasi dunia.

Dia lantas menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menjadi regional hub produksi vaksin dalam memenuhi kebutuhan vaksin global. ”Indonesia juga akan melanjutkan kerja keras yang telah dibangun oleh presidensi sebelumnya, Italia dan Saudi Arabia, untuk memastikan dunia yang lebih aman, tangguh dan sehat bagi generasi berikutnya,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa (14/9).

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan keterbukaan terhadap usulan isu kesehatan global yang perlu dibahas pada Presidensi Indonesia serta pentingnya penguatan global health architecture, seperti kebijakan dan instrumen global untuk protokol Kesehatan yang aman dan terstandarisasi secara internasional agar mempermudah perjalanan internasional.

Pertemuan Menteri Kesehatan G20 tahun 2021 mengadopsi Deklarasi Menteri Kesehatan yang berisikan komitmen dalam mengatasi dampak pandemi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG), kesiapan untuk krisis kesehatan di masa depan, dan strategi global untuk meningkatkan akses yang merata terhadap alat diagnostik, obat, dan vaksin serta merekomendasikan penjajakan pembiayaan global dalam mendukung sistem kesehatan global. Hal ini sejalan dengan usulan Indonesia untuk mewujudkan instrumen pooling of global resource.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan beberapa negara G20 menggarisbawahi peran sentral WHO dalam pengelolaan pandemi di masa depan dan menekankan agar inisiatif penanganan pandemi dapat memberikan nilai tambah tanpa menduplikasi mekanisme yang telah ada.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads