JawaPos Radar

Perang Syria Tewaskan 360 Ribu Orang

14/09/2018, 15:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
perang syria, bashar assad,
Lebih dari 360.000 orang Syria telah tewas selama masa perang tujuh tahun terakhir. Dilansir The Arab News pada Kamis (13/9) (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Lebih dari 360.000 orang Syria telah tewas selama masa perang tujuh tahun terakhir. Dilansir The Arab News pada Kamis (13/9), sesungguhnya ada kekhawatiran lainnya bahwa serangan pemerintah Syria terhadap pemberontak di provinsi barat laut Idlib akan menjadi pertumpahan darah yang menambah jumlah korban tewas.

The Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan, pihaknya telah mencatat kematian 364.792 orang, hampir sepertiga dari mereka warga sipil, sejak protes meletus pada Maret 2011 terhadap Presiden Bashar Assad.

Jumlah korban menunjukkan peningkatan sekitar 13.000 orang dalam enam bulan terakhir, menurut SOHR yang berbasis di Inggris tersebut. SOHR menggunakan jaringan besar sumber termasuk pejuang, pejabat dan staf medis dalam catatannya. Perang telah membunuh 110.687 warga sipil, termasuk lebih dari 20.000 anak dan hampir 13.000 perempuan.

perang syria, bashar assad,
The Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan, pihaknya telah mencatat kematian 364.792 orang, hampir sepertiga dari mereka warga sipil, sejak protes meletus pada Maret 2011 (Dawn)

Lebih dari 124.000 pejuang propemerintah telah tewas, sekitar setengah dari mereka pasukan rezim dan sisanya bermacam-macam milisi Syria dan asing yang setia kepada Assad.

Di antara mereka adalah 1.665 dari gerakan Hizbullah Lebanon. Observatorium mencatat kematian 64.000 garis keras Islamis dan ekstremis Islam, termasuk dari kelompok Daesh dan mantan faksi afiliasi Al Qaeda. Sekitar 64.800 pejuang lain dari pasukan lain, termasuk pemberontak non-Islamis, tentara yang membelot dan faksi Kurdi, juga tewas sejak 2011.

Observatorium mengatakan, telah mengkonfirmasi kematian 250 orang lainnya tetapi tidak dapat menyebutkan identitas mereka. Dengan bantuan dari sekutu Rusia dan Iran, Assad telah merebut kembali hampir dua pertiga wilayah Syria. Bagian terbesar dari sisanya adalah timur laut Kurdi yang dikontrol.

Bagian terbesar dari wilayah yang dikuasai pemberontak yang tersisa terdiri dari provinsi Idlib dan daerah sekitarnya, tempat sekitar tiga juta orang tinggal. Pasukan Assad telah berkumpul di sekitar daerah itu selama berminggu-minggu sebelum serangan yang terancam.

PBB dan kelompok bantuan sama-sama telah memperingatkan serangan penuh terhadap Idlib dapat menciptakan bencana kemanusiaan. Sekjen PBB Antonio Guterres pekan ini mendesak rezim mundur dan bagi semua pihak untuk menemukan solusi damai, mengatakan tidak boleh terjadi pertumpahan darah di Idlib.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up