alexametrics

Bekas Bandara Jadi Pusat Prostitusi

14 Agustus 2019, 17:07:44 WIB

JawaPos.com – Bekas Bandara Tempelhof di Berlin adalah situs bersejarah bagi warga Jerman. Yakni, sebagai lapangan udara Nazi pada perang dunia kedua dan pusat penampungan imigran Syria. Namun, bekas bandara itu bisa jadi hilang di masa depan akibat usulan terbaru dari pejabat kota.

Kepala Distrik Mitte, Berlin, Stephan von Dassel baru saja mengusulkan pendirian verichtungsboxen alias stan pelacuran di bekas bandara tersebut. Rencananya, pusat prostitusi itu dilengkapi dengan stan drive-in. Jadi, pelanggan bisa menikmati jasa perempuan tunasusila di dalam kendaraan mereka sendiri.

“Warga dan pebisnis sudah lama meminta pelarangan prostitusi jalanan di Kurfursten Strasse. Namun, kami tidak bisa melarang jasa tersebut,” ujar politikus partai Green itu kepada CNN.

Bagian dalam bekas Bandara Tempelhof (News Deeply)

Menurut dia, prostitusi jalanan mengakibatkan jasa pelacuran tidak terkontrol. Para perempuan tunasusila harus melayani banyak pelanggan karena tarif terlalu murah. Banyak di antara mereka yang tidak terdaftar sehingga kesehatannya tak bisa diawasi pemerintah.

“Munculnya mucikari juga memberi dampak negatif terhadap penduduk lokal,” ungkapnya.

Warga Mitte tak setuju dengan pendapat Dassel. Sarah Tiba, seorang warga, mengatakan bahwa prostitusi sudah menjadi bagian hidup Berlin. Dia khawatir memindahkan penjaja jasa seks dari pusat kota justru membuat pelanggan enggan.

“Di sini juga terkontrol. Saya senang-senang saja ada mereka,” jelasnya.

Tempelhof berhenti beroperasi sejak 2008. Setelah penutupan, lahan tersebut menjadi taman serbaguna Berlin. Warga Berlin sering terlihat bermain sepatu roda di landasan pacunya saat musim panas.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c20/dos)



Close Ads