JawaPos Radar

Jurnalis Yahudi Amerika Ditahan di Bandara Israel

14/08/2018, 14:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Jurnalis Yahudi Amerika Ditahan di Bandara Israel
Seorang jurnalis Yahudi-AS, Peter Beinart mengatakan, ia ditahan oleh otoritas Israel di Bandara Tel Aviv pada Senin, (13/8). Setelah ditahan, ia juga ditanya tentang aktivitas politiknya (Haaretz)
Share this image

JawaPos.com - Seorang jurnalis Yahudi-AS, Peter Beinart mengatakan, ia ditahan oleh otoritas Israel di Bandara Tel Aviv pada Senin, (13/8). Setelah ditahan, ia juga ditanya tentang aktivitas politiknya.

Beinart, editor yang berkontribusi di The Atlantic dan kolumnis di harian Yahudi liberal, mengatakan di Twitter-nya kalau dia telah ditahan di Bandara Ben Gurion, Israel ketika dia tiba untuk kunjungan keluarga pada hari Minggu pekan lalu.

Dalam sebuah artikel di The Forward, Beinart mengatakan, dia dibawa ke sebuah kamar di bandara dan ditanyai oleh seorang pejabat keamanan Israel tentang alasan kunjungannya.

Jurnalis Yahudi Amerika Ditahan di Bandara Israel
Tentara Israel sering menangkap orang-orang yang dianggap mencurigakan (Times of Israel)

“Kemudian pertanyaan politik dimulai. Apakah saya terlibat dalam organisasi apapun yang dapat memicu kekerasan di Israel," kata Beinart dilansir Reuters Selasa, (14/8).

"Saya bilang tidak. Saya juga ditanya apakah saya terlibat dalam organisasi yang mengancam demokrasi Israel. Saya berusaha meyakinkan mereka saya tidak mendukung organisasi Israel yang memperjuangkan nonkekerasan untuk membela demokrasi Israel,” tulisnya di laman itu.

Beinart mengatakan, dia juga ditanyai tentang protes yang dia hadiri selama kunjungan sebelumnya, di Kota Hebron, Palestina. Dia dibebaskan setelah sekitar satu jam.

Beberapa jam setelah Beinart mengomentari tentang insiden itu, pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis sebuah pernyataan. "Perdana Menteri Netanyahu mendengar pertanyaan Beinart di Bandara Ben Gurion dan berbicara dengan pasukan keamanan Israel untuk menanyakan bagaimana ini terjadi. Dia diberitahu ini jelas adalah kesalahan administrasi,” kata pernyataan itu.

“Israel adalah masyarakat terbuka yang menyambut semua, kritikus, maupun pendukung. Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah, orang-orang menyuarakan pendapat mereka dengan bebas dan kuat,” kata pernyataan itu.

Dalam beberapa minggu terakhir setidaknya tiga aktivis pro-Palestina yang tiba di Israel dari luar negeri mengatakan, mereka ditahan di perbatasan oleh pejabat keamanan Israel dan ditanyai tentang aktivitas politik mereka.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up