JawaPos Radar

ISIS Masih Miliki 30 Ribu Anggota di Syria dan Irak

14/08/2018, 17:39 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
ISIS Masih Miliki 30 Ribu Anggota di Syria dan Irak
ISIS memiliki nyaris 30 ribu anggota yang tersebar di antara Syria dan Irak. Ini membuat ancaman semakin meningkat (Reuters)
Share this

JawaPos.com - ISIS memiliki nyaris 30 ribu anggota yang tersebar di antara Syria dan Irak. Ini membuat ancaman semakin meningkat. Seperti laporan PBB, Al Qaeda menjadi semakin kuat di beberapa tempat.

Walau ISIS telah kehilangan kekuasaan di Irak dan hampir di seluruh bagian Syria akibat kekalahan kelompok-kelompok kecil mereka, Kelompok-kelompok besarnya akan tetap bertahan di kedua negara tersebut.

PBB juga menyampaikan kalau jaringan global ISIS akan terus melanjutkan misi mereka dengan sekutu yang menjadi semakin kuat di titik-titik yang sama termasuk Somalia, Yaman, Asia Selatan, dan Afrika Barat.

ISIS Masih Miliki 30 Ribu Anggota di Syria dan Irak
ISIS memperparah Perang Syria (Reuters)

Sebagai simbol dari terbentuknya kekuasaan yang jauh lebih efektif dari sebelumnya, Ketua Al Qaeda di Iran telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan menjalankan kerja sama dengan Ayman Al Zawahri, ketua salah satu kelompok ekstrimis.

Menurut laporan yang ditujukan kepada badan keamanan oleh pakar yang memonitori sanksi terhadap ISIS dan Al Qaeda, perkiraan total anggota yang dimiliki ISIS di daerah Irak dan Syria mencapai 20 ribu hingga 30 ribu anggota. Jumlah tersebut termasuk ribuan pendatang yang tercatat sebagai anggota aktif.

Menurut PBB terdapat banyak tentara, komandan, dan badan perencana ISIS yang telah gugur. Terdapat juga di antara mereka yang telah memilih pergi meninggalkan zona konflik. Tetapi masih banyak juga dari mereka yang masih memilih untuk menetap di kedua negara tersebut.

Beberapa dari mereka memilih untuk mmenyusup ke militer. Namun banyak juga yang diam-diam menjadi simpatisan.

Para tantara ISIS mulai berhijrah ke Irak pada musim panas di tahun 2014 dan berhasil mendaratkan kekuasaan mereka di tiga negara terdekat. Mereka juga sempat memproklamirkan negara kekalifahan secara sepihak dari ujung Aleppo di Syria hingga ke utara Ibu Kota Irak, Baghdad.

Dengan kehancuran besar-besaran yang terjadi pada kekalifahan mereka, ISIS merombak bentuk mereka menjadi jaringan terorisme. Bentuk tersebut diketahui merupakan cara terbaik dibandingkan dengan cara sebelumnya.

Diketahui Abu Bakr Al Baghdadi masih terluka. Namun ia Kepala ISIS yang masih berkuasa. PBB menyampaikan apa yang dilakukan ISIS mulai berubah. Secara kebutuhan mereka akan menyebar lebih luas dan akan mengirim lebih banyak utusan ke daerah-daerah di luar zona konflik.

Banyaknya pendatang yang mendarat ke Syria untuk menjadi tentara ISIS di Syria telah berhenti. Namun ini tak membuat tugas mereka berhenti juga.

Anggota PBB mengatakan, proses pemulangan para pendatang di Syria merupakan tantangan besar harus PBB lakukan.

anak magang

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up