alexametrics

Pejabat AS Sebut Vaksin Dosis Penguat Bisa Picu Efek Samping Buruk

14 Juli 2021, 15:19:12 WIB

JawaPos.com – Amerika Serikat sedang mengkaji kebutuhan dosis penguat untuk warga yang telah divaksin Covid-19. Namun, perlu melihat data lainnya untuk mengetahui apakah dosis tambahan berpotensi menimbulkan efek samping yang lebih serius atau tidak. Hal itu disampaikan oleh seorang pejabat kesehatan AS, Jay Butler, Selasa (13/7).

Butler mengatakan dosis kedua pada paket vaksin Covid-19 dikaitkan dengan tingkat efek samping yang lebih besar. Keterkaitan itu menunjukkan bahwa dosis ketiga berpotensi menimbulkan risiko yang lebih parah.

“Kami sangat tertarik untuk mengetahui apakah dosis ketiga kemungkinan berkaitan dengan risiko reaksi buruk yang lebih tinggi, terutama beberapa dari efek samping yang lebih parah meski sangat langka”, kata Butler yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC).

Pemerintah AS belum membuat keputusan perihal pemberian dosis penguat. Namun melihat potensi kebutuhan yang lebih besar bagi kaum lansia dan kelompok lain yang berisiko tinggi mengalami infeksi parah, kemungkinan itu ada.

Pfizer dan mitranya, BioNTech, dalam beberapa pekan berencana meminta regulator AS agar mengizinkan penggunaan dosis penguat vaksin Covid-19 buatannya. Permintaan itu diajukan berdasarkan pada bukti bahwa enam bulan setelah vaksinasi ada risiko lebih besar soal kemungkinan terinfeksi. Penyebaran varian Delta yang lebih menular juga menjadi dasar pengajuan permintaan tersebut.

Butler mengaku belum melihat bukti penurunan imunitas di antara warga AS yang telah divaksin Covid-19 pada Desember atau Januari. Dia menambahkan bahwa dosis yang sudah ada memberikan perlindungan signifikan terhadap varian Covid-19 Delta, yang pertama kali ditemukan di India dan telah menjadi varian dominan di AS.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: