JawaPos Radar

Anak-Anak Imigran Bisa Terkena Penyakit Fisik dan Mental

14/07/2018, 17:10 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
anak imigran, imigran meksiko guatemala, amerika serikat
Seorang anak yang sedang melihat TV di tempat penampungan. (BBC)
Share this

JawaPos.com - Anak-anak migran yang dipisahkan dengan orang tua mereka di perbatasan Amerika Serikat (AS) - Meksiko tampaknya butuh bimbingan khusus. Pasalnya, pemisahan tersebut bisa membuat dampak buruk bagi anak-anak.

Dokter anak dan para ahli trauma anak mengatakan, memisahkan anak-anak migran dengan orang tua mereka dapat menyebabkan sakit fisik dan mental. Karena itu, saat ini para ahli trauma anak tengah menyerukan bahwa anak-anak migran yang rata-rata berasal dari Guatemala dan Meksiko itu dalam kondisi bahaya. Sebab, hal itu dapat menyebabkan kerusakan fisik dan psikologis yang serius.

Selain itu, kasus tersebut juga memunculkan semakin banyaknya cerita tentang anak-anak yang dipisahkan dari orang tua mereka. Para dokter dan ilmuwan memperingatkan bahwa kemungkinan besar ada dampak kesehatan jangka panjang yang tidak bisa dipulihkan pada anak-anak.

"Ini benar-benar konyol, dan saya melakukan pendekatan ini bukan sebagai seseorang yang mengambil posisi dalam politik, tetapi sebagai seorang ilmuwan," kata Charles A Nelson III, seorang profesor pediatri dan neuroscience di Harvard Medical School sebagaimana dilansir dari BBC, Sabtu (14/7).

Dari pertengahan April hingga Mei tahun ini, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS telah memisahkan hampir 2.000 anak-anak dari orang tua mereka. Orang-orang dewasa dipenjara karena menyeberang perbatasan secara ilegal di bawah kebijakan pemerintahan presiden AS Donald Trump. Sementara anak-anak mereka dipindahkan ke penampungan yang diawasi oleh Kantor Pengungsian.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan menunjukkan bahwa anak-anak ditahan rata-rata 57 hari. Akan tetapi ada laporan orang tua bahwa mereka tidak mengetahui keberadaan anak-anak mereka.

Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen mengatakan kepada wartawan bahwa anak-anak dirawat dengan baik. "Kami memiliki standar yang tinggi. Kami memberi mereka makanan dan kami memberi mereka pendidikan juga memberi mereka perawatan medis. Ada video, ada TV," katanya.

Namun, salah satu profesional dalam perawatan kesehatan anak mengatakan bahwa walaupun anak-anak cukup makan dan aman secara fisik, hal itu tidak mengatasi risiko dampak negatif jangka panjang pada sistem kekebalan mereka. Termasuk perkembangan otak mereka bahkan bentuk kepribadian mereka.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up