JawaPos Radar

Permudah Pernikahan, Jepang Ubah Usia Dewasa Jadi 18 Tahun

14/06/2018, 16:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Permudah Pernikahan, Jepang Ubah Usia Dewasa Jadi 18 Tahun
Anak muda Jepang bisa menikah di usia 18 tahun tanpa izin orangtuanya (BBC)
Share this

JawaPos.com - Umur dewasa di Jepang akan datang lebih awal. Pemerintah Jepang memberlakukan undang-undang yang menurunkan usia dewasa dari 20 tahun menjadi 18 tahun.

Seperti dilansir BBC, Kamis, (14/6), ini pertama kalinya usia dewasa telah berubah sejak ditetapkan pada tahun 1876. Perubahan terbesar adalah agar mereka dapat menikah tanpa persetujuan orangtua.

Saat ini, memang pria berusia di atas 18 tahun dan perempuan berusia 16 tahun ke atas dapat menikah. Namun mereka harus didampingi dan harus mendapat persetujuan orangtua mereka. Kalau tidak mau, mereka harus berusia 20 tahun.

Dengan pemberlakukan undang-undang baru maka perempuan bisa menikah pada usia 18 tahun tanpa persetujuan orangtua. Mereka juga dapat mengajukan permohonan kartu kredit tanpa persetujuan orangtua dan jika mereka mau.

Selain itu, mereka dapat memperoleh paspor yang berlaku selama 10 tahun. Meskipun secara teknis mereka sudah dewasa di umur 18 tahun, mereka tetap dilarang minum alkohol, merokok, berjudi, dan mengadopsi anak-anak. Mereka masih harus menunggu sampai mereka berusia 20 tahun untuk itu.

Banyak orang di media sosial tidak terlalu tertarik dengan ini. "Jadi aku berumur 18 tahun dan sudah dewasa tapi aku tidak akan bisa minum alkohol atau berjudi?" tanya salah satu pengguna di Twitter. "Itu tidak masuk akal," tambahnya.

Awal mula adanya perubahan usia dewasa adalah karena adanya argumen mengenai usi hukum dewasa di Jepang selama beberapa dekade. Dewan Legislatif Kementerian Kehakiman pada tahun 2009 merilis sebuah laporan yang merekomendasikan usia dewasa diturunkan menjadi 18 tahun.

Anggota Partai Demokrat Liberal mengatakan, menurunkan usia dewasa di masa dewasa akan membantu merevitalisasi masyarakat yang menua dengan penurunan angka kelahiran. Pada 2015, pemerintah menurunkan usia pemilih dari 20 menjadi 18 tahun.

Undang-undang baru mulai berlaku pada April 2022, jadi sayangnya, mereka yang saat ini berusia 18 tahun masih harus menunggu hingga 20 sebelum mereka dianggap dewasa secara hukum. Ini berarti bahwa anak-anak usia 14 tahun akan berada di antara kelompok remaja pertama yang menikmati undang-undang baru.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up