JawaPos Radar

Lahir Tanpa Rahim, Transplantasi Ubah Hidup Perempuan Swedia Ini

14/06/2018, 14:59 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Lahir Tanpa Rahim, Transplantasi Ubah Hidup Perempuan Swedia Ini
Seorang perempuan Swedia sempat depresi karena tak punya rahim untuk mendapat seorang bayi (Population Growth)
Share this image

JawaPos.com - Lolita Carlerup mengatakan, ia merasa seperti sekarat karena sedih setelah mengetahui tidak dapat memiliki anak secara alami karena dilahirkan tanpa rahim. Seperti dilansir Mirror pada Rabu, (13/6), sebagai anak muda yang tumbuh di Swedia, Carlerup menyukai bayi.

Pada usia 14 tahun dia mengetahui berita yang menghancurkannya, yaitu tidak mempunyai rahim. "Aku sangat menginginkan seorang bayi, aku merasa seperti sekarat karena kesedihan saat itu."

Tetapi saudara perempuannya Linda Wasterlund bertekad untuk membantunya. Ketika mereka mengetahui Swedia berada di garis depan penelitian transplantasi rahim, dia setuju untuk memberikan rahim kepada Carlerup.

Transplantasi rahim pertama di dunia dilakukan di Swedia pada tahun 2013. Carlerup melakukan operasi pada bulan Maret tahun itu. Usaha mereka tidak sia-sia, Carlerup hamil dan melahirkan bayi bernama Cash Douglas. Ia akan berusia tiga tahun pada 27 Juni ini.

Douglas adalah bayi transplantasi rahim keempat di dunia. Ibunya adalah yang pertama menerima rahim dari seorang saudara perempuan.

“Itu seolah-olah saya meminjam kaos darinya. Saya tahu itu terdengar gila. Saya hanya berharap ini akan menjadi normal untuk banyak keluarga di banyak negara,” papar Carlerup.

“Ini benar-benar mengubah hidup saya. Rahim adalah organ yang Anda dapat hidup tanpanya, itu bukan hati, tetapi saya tidak merasa seperti seorang perempuan. Ini adalah perjalanan yang sulit, ada banyak rasa sakit, air mata dan kekhawatiran. Tapi itu sudah menyelamatkan hidup bagi saya,” ujar Carlerup.

Linda yang memiliki empat anak, mengatakan, ia tidak ragu-ragu untuk memberi adiknya kesempatan menjadi ibu. Terutama karena anak perempuan bungsunya, Angelina, sekarang berusia 10 tahun, juga lahir tanpa rahim.

Mudah-mudahan, dia tidak akan pernah menderita depresi seperti yang dirasakan bibinya. Adik Linda dan Carlerup, Lizette, 36 tahun, telah menawarkan untuk menyumbangkan rahimnya.

Tiga perempuan Inggris akan melakukan transplantasi rahim dalam beberapa bulan ke depan. Sebelas bayi telah lahir di seluruh dunia dari 42 transplantasi yang dilakukan, sebagian besar di Swedia, tetapi juga di AS dan Timur Tengah.

Carlerup mengatakan, ia marah, rasanya tidak adil. Bahkan saat depresia ia tidak mengatakan apapun selama dua atau tiga bulan.

Pada tahun 1999, mereka pertama kali melihat laporan penelitian tentang sumbangan rahim di Swedia. Tetapi baru pada tahun 2011 keluarga itu membacanya lagi dan melakukan kontak dengan tim, yang dipimpin oleh Profesor Mats Brannstrom.

Kedua saudara perempuan itu mengalami serangkaian operasi dan pemulihan yang menyakitkan, tetapi bulan berikutnya Carlerup mengalami menstruasi. Linda tertawa saat dia ingat Carlerup memanggilnya ketakutan.

"Saya selalu memimpikannya, tetapi saya tidak menyukainya" ujar Carlerup. Tidak lama setelahnya, Carlerup menjalani bayi tabung.

Lima embrio gagal, tetapi keenam berhasil ditanamkan. Ia mengatakan, ia menjadi seorang ibu. "Saya tidak percaya."

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up