JawaPos Radar

Australia Siap Minta Maaf pada Anak-anak Korban Pelecehan Seksual

14/06/2018, 04:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Australia Siap Minta Maaf pada Anak-anak Korban Pelecehan Seksual
Pelecehan seksual pada anak menimbulkan trauma (CBS7)
Share this

JawaPos.com - Kasus pelecehan seksual terutama yang terjadi pada anak-anak masih marak terjadi, termasuk di Australia. Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull berencana menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan keluarga setelah pihak berwajib berhasil mengusut kasus-kasus pelecehan seksual tersebut.

Turnbull mengatakan, ia akan menyampaikan permintaan maaf secara nasional kepada para anak korban pelecehan seksual dan keluarganya pada 22 Oktober mendatang. Rencana permohonan maaf tersebut dipicu oleh penyelidikan pelecehan seksual terhadap anak-anak lima tahun lalu.

Terdapat sebanyak 8.000 kasus kekerasan seksual dilakukan di lembaga agama dan negara. Padahal seharusnya lembaga-lembaga tersebut bertanggung jawab atas keselamatan anak-anak.

Australia Siap Minta Maaf pada Anak-anak Korban Pelecehan Seksual
Hentikan kekerasan seksual pada anak (Public Radio Internal)

"Sekarang setelah kami menemukan kebenaran yang mengejutkan, kami harus melakukan segala upaya untuk menghormati keberanian orang yang telah berani mengungkap kebenaran," kata Turnbull seperti dilansir Reuters Rabu (13/6).

Pemerintah akan mengadopsi 104 dari 122 rekomendasi yang diajukan oleh penyelidikan. Komisi Kerajaan menyebut, jumlah tersebut mencakup skema ganti rugi nasional yang menyediakan layanan keuangan dan hukum bagi para korban.

Pemerintah masih mempertimbangkan sisa rekomendasi yaitu sebanyak 18 rekomendasi termasuk proposal bahwa Australia memperkenalkan undang-undang yang memaksa para pemimpin agama untuk melaporkan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Undang-Undang yang diusulkan akan menangkap siapapun termasuk para pemimpin agama yang terlibat dalam kasus pelecehan seksual.

Australia Siap Minta Maaf pada Anak-anak Korban Pelecehan SeksJawaPos.com - Kasus pelecehan seksual terutama yang terjadi pada anak-anak masih marak terjadi, termasuk di Australia. Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull berencana menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan keluarga setelah pihak berwajib berhasil mengusut kasus-kasus pelecehan seksual tersebut.

Turnbull mengatakan, ia akan menyampaikan permintaan maaf secara nasional kepada para anak korban pelecehan seksual dan keluarganya pada 22 Oktober mendatang. Rencana permohonan maaf tersebut dipicu oleh penyelidikan pelecehan seksual terhadap anak-anak lima tahun lalu.

Terdapat sebanyak 8.000 kasus kekerasan seksual dilakukan di lembaga agama dan negara. Padahal seharusnya lembaga-lembaga tersebut bertanggung jawab atas keselamatan anak-anak.

"Sekarang setelah kami menemukan kebenaran yang mengejutkan, kami harus melakukan segala upaya untuk menghormati keberanian orang yang telah berani mengungkap kebenaran," kata Turnbull seperti dilansir Reuters Rabu (13/6).

Pemerintah akan mengadopsi 104 dari 122 rekomendasi yang diajukan oleh penyelidikan. Komisi Kerajaan menyebut, jumlah tersebut mencakup skema ganti rugi nasional yang menyediakan layanan keuangan dan hukum bagi para korban.

Pemerintah masih mempertimbangkan sisa rekomendasi yaitu sebanyak 18 rekomendasi termasuk proposal bahwa Australia memperkenalkan undang-undang yang memaksa para pemimpin agama untuk melaporkan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Undang-Undang yang diusulkan akan menangkap siapapun termasuk para pemimpin agama yang terlibat dalam kasus pelecehan seksual.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up