alexametrics

2 Pesawatnya Jatuh, Boeing Hadapi Krisis Terburuk Sepanjang Tahun

14 Maret 2019, 11:25:02 WIB

JawaPos.com – Amerika Serikat (AS) akhirnya melarang penerbangan Boeing model 737 Max karena kekhawatiran terhadap masalah keselamatan setelah kecelakaan Ethiopian Airlines. Ini membuat pembuat pesawat terbesar di dunia itu menghadapi krisis terburuk sepanjang tahun.

US Federal Aviation Administration (FAA) atau Otoritas Penerbangan AS mengutip data satelit baru dan bukti dari lokasi kecelakaan dekat Addis Ababa. AS lalu bergabung dengan Eropa, Tiongkok dan negara-negara lain dalam menangguhkan Boeing 737 MAX. Jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines merupakan kecelakaan kedua, usai jatuhnya Lion Air di Indonesia.

Pejabat FAA Daniel Elwell mengatakan, dia tidak tahu berapa lama larangan terbang terhadap pesawat AS itu akan dilakukan. Perbaikan perangkat lunak untuk Boeing 737 Max yang telah dikerjakan Boeing sejak kecelakaan fatal Oktober lalu di Indonesia akan memakan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan.

Single-aisle 737 adalah pusat masa depan Boeing dalam pertempurannya dengan rival Eropanya Airbus SE. Varian baru dari 737, pesawat jet yang paling cepat terjual dalam sejarah Boeing, dipandang sebagai kuda yang kemungkinan besar bekerja keras untuk maskapai global selama beberapa dekade.

“Agensi membuat keputusan ini sebagai hasil dari proses pengumpulan data dan bukti baru yang dikumpulkan di situs dan dianalisis hari ini,” kata FAA seperti dilansir Reuters, Rabu (13/3).

Sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan Boeing 737 MAX di Indonesia menewaskan 189 orang. Penumpang menjadi ketakutan karena dua kecelakaan pesawat jenis serupa.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Copy Editor :

2 Pesawatnya Jatuh, Boeing Hadapi Krisis Terburuk Sepanjang Tahun