alexametrics

Protes Penanganan Covid-19 di Sektor Pendidikan, Guru di Prancis Mogok

14 Januari 2022, 21:02:46 WIB

JawaPos.com – Guru dan staf sekolah di Prancis mogok kerja, Kamis (13/1). Mereka turun ke jalan memprotes penanganan Covid-19 di sektor pendidikan. Imbasnya, lebih dari separo sekolah dasar di negara tersebut tutup.

Versi Kementerian Pendidikan, hanya 40 persen pendidik yang turun ke jalan. Namun, menurut salah satu serikat guru, Snuipp, jumlahnya mencapai 75 persen. ”Pemogokan itu menunjukkan keputusasaan yang tumbuh di sekolah-sekolah.” Bunyi rilis Snuipp seperti dikutip oleh Agence France-Presse.

Snuipp menjelaskan bahwa banyak siswa yang izin sakit. Sekolah sulit menggabungkan pembelajaran jarak jauh dan tatap muka di kelas. Itu adalah demo guru terbesar di Prancis dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi tersebut bisa memengaruhi reputasi Presiden Emmanuel Macron dan jajaran kabinetnya. Sebab, pemerintah Macron kerap membanggakan diri telah membuka sekolah untuk mengurangi tekanan pada orang tua selama pandemi. Pemilu yang bakal digelar April juga kian dekat.

Menurut para tenaga pendidik yang demo, mereka tidak bisa mengajar dengan baik, tidak mendapatkan perlindungan yang layak terhadap virus SARS-CoV-2. Mereka juga lebih sering mendengar tentang perubahan kebijakan dari media dibandingkan dari pejabat yang menaungi bidang pendidikan. ”Pemerintah mengumumkan kebijakan, tapi tidak ada yang memikirkan apa artinya itu bagi para staf di lapangan,” tegas Oliver Flipo, salah satu kepala sekolah di Paris.

Para orang tua siswa tidak keberatan dengan aksi tersebut. Mereka justru memahaminya. Akim Aouchiche, salah satu orang tua siswa, mengungkapkan bahwa kelas yang diajar oleh para guru terlalu besar, kondisi lingkungan kerja kurang baik, serta gajinya tidak mencukupi. Jadi wajar mereka turun ke jalan.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c17/bay)




Close Ads