alexametrics

Carrie Lam: Hongkong Tetap Pusat Keuangan Global

Yakinkan Para Investor
14 Januari 2020, 12:05:46 WIB

JawaPos.com – Chief Executive Carrie Lam berupaya mempertahankan status Hongkong sebagai pusat keuangan global. Senin (13/1) Hongkong kembali menggelar perhelatan tahunan Asian Financial Forum. Lam pun menegaskan bahwa Hongkong bakal melewati krisis yang dialami saat ini.

Dia mengakui, saat ini Hongkong menghadapi dua tantangan besar. Pertama, demonstrasi antipemerintah yang mengakibatkan kinerja domestik kacau. Kedua, perang dagang AS-Tiongkok yang membuat ekonomi dunia lesu.

Namun, dia mengatakan bahwa pemerintah Hongkong masih bertahan. Terutama di industri finansial yang selalu menjadi kebanggaan pulau tersebut. ”Jika tak bisa mengubah arah angin, kami masih bisa menyesuaikan layar,” ujarnya pada pembukaan forum di Wan Chai, Hongkong, menurut South China Morning Post.

Unjuk rasa antipemerintah berawal dari protes RUU Ekstradisi pada medio 2019. Namun, protes tersebut berlanjut meski pemerintah sudah mencabut RUU itu. Kini Hongkongers meminta agar pemerintah Hongkong bisa menghelat pemilu langsung untuk pemimpin baru.

Meski demikian, Lam mengungkapkan bahwa masalah tersebut tak akan membuat industri keuangan Hongkong goyah. Menurut dia, pemerintah sudah belajar banyak menghadapi krisis moneter pada 1998. Perempuan berusia 62 tahun itu juga optimistis perpecahan di Hongkong tak akan bertahan selamanya.

”Dengan berbagai upaya dari pemerintah dan masyarakat, saya yakin kami akan membangun jembatan di atas perbedaan,” ungkap Lam seperti dilansir New York Times.

Dini/Jawa Pos

Menteri Keuangan Hongkong Paul Chan mengatakan, sistem perbankan di Hongkong masih berjalan lancar selama masa unjuk rasa. Dia juga mempertimbangkan untuk memasang pajak yang lebih kompetitif guna mengundang lebih banyak investor.

Wakil Kepala Securities and Futures Commission Julie Leung menuturkan bahwa pasar keuangan Hongkong sudah mendapatkan ujian tekanan tinggi selama enam bulan terakhir, tetapi tetap mencetak hasil yang baik.

Mohamed Hasan, perwakilan dari perusahaan India Transvision Shipping, menilai upaya Hongkong untuk merayu investor tak akan mudah. Menurut dia, minat pemodal sudah merosot karena demo antipemerintah yang berkepanjangan.

Apalagi, perusahaan Tiongkok, rekan bisnis terbesar Hongkong, kini enggan berkunjung ke sana.

Mereka lebih memilih pergi ke Makau atau Shenzen untuk melakukan pertemuan bisnis. Padahal, Hongkong sebelumnya menjadi istimewa karena berperan menghubungkan Tiongkok dengan investor global. ”Bagaimana bisa bisnis berkembang kalau transportasi terganggu (saat demonstrasi terjadi, Red),” ucapnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c20/sof)


Close Ads