alexametrics

Pemilik ‘Situs Pembangkang’ di Tiongkok Diadili

14 Januari 2019, 17:26:59 WIB

JawaPos.com – Pemilik ‘situs pembangkang’ pertama di Tiongkok yang melaporkan topik-topik sensitif termasuk hak asasi manusia diadili pada hari Senin (14/1) waktu setempat. Pemilik web, Huang Qi sedang dalam kondisi kesehatan yang buruk.

Huang Qi ditangkap pada 2016 karena dianggap membocorkan rahasia negara dan sejak itu ditahan di Pusat Penahanan Mianyang di Provinsi Sichuan. Panggilan ke Pengadilan Rakyat Menengah Mianyang, yang menangani kasus ini, tidak dijawab.

“Para diplomat Amerika berusaha menghadiri persidangan Huang Qi tetapi tidak diberi akses ke ruang sidang,” kata Juru Bicara Kedutaan AS dilansir dari AFP pada Senin (14/1).

aktivis ham, tiongkok, aktivis ham diadili,
"Para diplomat Amerika berusaha menghadiri persidangan Huang Qi tetapi tidak diberi akses ke ruang sidang," kata Juru Bicara Kedutaan AS dilansir dari AFP pada Senin (14/1) (East Coast Radio)

Beberapa aktivis mengatakan, mereka sedang melakukan perjalanan ke Mianyang untuk menghadiri persidangan. Mereka mengirim foto dan video ke AFP yang menunjukkan polisi menghentikan mereka dalam perjalanan Senin (14/1) pagi.

Huang Qi mengelola sebuah situs web yang disebut ’64 Tianwang’. Nama ini diambil setelah tindakan keras berdarah 4 Juni 1989 terhadap para demonstran prodemokrasi Lapangan Tiananmen.

Situs itu melaporkan korupsi lokal, pelanggaran hak asasi manusia, dan topik-topik lain yang jarang terlihat di media Tiongkok mainstream. Namun sayangnya sekarang situs ini diblokir.

Seorang sukarelawan di ’64 Tianwang’ mengatakan kepada AFP bahwa ia dibawa pada Sabtu pekan lalu oleh polisi Sichuan. “Saya khawatir (untuk keselamatannya),” kata sukarelawan itu tanpa menyebut nama. “Tapi Huang Qi sangat bangga, dia tidak akan menyerah.”

Relawan diberitahu bahwa dia akan dibebaskan setelah persidangan selesai. Polisi Mianyang tidak menjawab panggilan untuk memberikan komentar.

Polisi Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir memberangus perbedaan pendapat dengan mengusir aktivis dan menahan mereka di kamar hotel selama acara-acara sensitif, sehingga menimbulkan istilah “sedang bepergian”.

Empat belas organisasi nirlaba, termasuk Amnesty International, Human Rights Watch dan Freedom House, merilis sebuah pernyataan November lalu yang mengatakan Huang Qi dalam bahaya. Dia mungkin bisa meninggal dalam tahanan polisi jika dia tidak menerima perawatan medis untuk sejumlah kondisi kesehatan yang parah.

Huang Qi menderita tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal stadium akhir, tetapi upaya ibunya Pu Wenqing untuk mendapatkan jaminan medis ditolak di masa lalu. Apalagi, pekerjaan Huang Qi telah berulang kali membuat kemarahan Pemerintah Tiongkok.

Pada 2009, ia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara setelah berkampanye untuk orangtua dari anak-anak yang tewas dalam gempa bumi Sichuan 2008, yang menyebabkan hampir 87.000 orang tewas atau hilang. Pihak berwenang menghadapi kemarahan publik yang besar atas konstruksi bangunan yang buruk.

Lima tahun kemudian Huang Qi dan setidaknya tiga jurnalis yang berkontribusi pada 64 Tianwang ditahan oleh polisi setelah situs melaporkan seorang wanita yang membakar dirinya di Lapangan Tiananmen.

Situs web itu dianugerahi hadiah Reporters Without Borders pada awal November 2016. Beberapa minggu kemudian, Huang Qi ditahan di kota asalnya, Chengdu, menurut Amnesty International.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum



Close Ads
Pemilik 'Situs Pembangkang' di Tiongkok Diadili