JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pedihnya Hidup Warga Palestina Usai AS Potong Bantuan Dana

14 Januari 2019, 16:33:54 WIB
palestina, israel, konflik israel-palestina, kelaparan,
PBB melalui World Food Programme (WFP) telah menangguhkan atau mengurangi bantuan untuk beberapa penerima bantuan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza karena kekurangan dana (David Silverman)
Share this

JawaPos.com - Sekitar 27 ribu warga Palestina tidak lagi menerima bantuan makanan melalui program PBB. Dilansir dari Al Jazeera pada Minggu (13/1), PBB melalui World Food Programme (WFP) telah menangguhkan atau mengurangi bantuan untuk beberapa penerima bantuan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza karena kekurangan dana.

Akibatnya, sekitar 27 ribu warga Palestina tidak lagi menerima bantuan melalui program PBB sejak 1 Januari di Tepi Barat, kata Direktur Organisasi WFP untuk Palestina, Stephen Kearney.

Pemotongan diputuskan setelah pengurangan bertahap dalam sumbangan selama hampir empat tahun terakhir, dengan pemotongan bantuan dari AS yang menjadi efek terbesar. Presiden AS Donald Trump telah memotong sekitar USD 500 juta bantuan untuk Palestina.

palestina, israel, konflik israel-palestina, kelaparan,
Pemotongan diputuskan setelah pengurangan bertahap dalam sumbangan selama hampir empat tahun terakhir, dengan pemotongan bantuan dari AS yang menjadi efek terbesar (Times of Israel)

Pada 2018, WFP membantu 250 ribu orang di Gaza dan 110 ribu di Tepi Barat. Di Desa Yatta dekat Hebron di Tepi Barat Selatan, Maha Al Nawajah mengatakan, dia harus membeli lebih sedikit kebutuhan.

"Pada bulan Desember, mereka tidak memperpanjang kartu saya," kata ibu berusia 52 tahun itu, merujuk pada kartu WFP yang memungkinkannya membeli bahan makanan untuk 12 anggota keluarga besarnya.

Dia mengatakan, anggota keluarganya masih menganggur. "Putra-putra saya tidak memiliki izin untuk masuk ke Israel dan suami saya boleh masuk Israel sesekali dan dapat memperoleh sejumlah uang selama masa-masa itu," kata Nawajah.

Tepi Barat memiliki tingkat pengangguran 18 persen dan beberapa warga Palestina berupaya untuk bekerja di Israel dengan harapan mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Tetapi izin diperlukan untuk melakukannya dan Israel selektif memilih siapa yang diberikannya.

"WFP meluncurkan banding pendanaan pada 19 Desember dan menerima kontribusi tambahan dari Uni Eropa dan Swiss, tetapi jumlahnya tetap sedikit," kata Kearney.

Saat itu WFP membutuhkan USD 57 juta. Sekarang akan mencari kontribusi dari donor baru dalam upaya untuk mengisi kekurangan dana bantuan.

Kearney mengatakan, ada kekhawatiran bahwa pemotongan akan mempengaruhi ekonomi lokal karena penduduk menggunakan kartu untuk membeli barang di toko-toko lokal. Di Jalur Gaza, sekitar 80 persen dari dua juta penduduk mengandalkan bantuan internasional.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Dinda Lisna

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini