JawaPos Radar

Keluar dari Perjanjian Nuklir Iran, AS Dinilai Rusak Kesepakatan

14/01/2018, 15:34 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Keluar dari Perjanjian Nuklir Iran, AS Dinilai Rusak Kesepakatan
Rudal Iran (CNBC)
Share this

JawaPos.com - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengatakan, Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran. Keliatan AS akan keluar.

“Keputusan kemarin menunjukkan AS akan memutuskan untuk keluar dari perjanjian nuklir Iran,” ujar Ryabkov seperti dilansir Anadolu Agency, Minggu, (14/1).

Ryabkov menyatakan hal ini, sehari setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang penjatuhan sanksi kepada Iran. Sebelumnya disebutkan itu akan menjadi sanksi yang terakhir kali.

Trump juga meminta sekutu-sekutu Eropanya untuk bekerja bersama Washington dalam memperbaiki kekurangan yang signifikan dalam perjanjian nuklir tersebut.

“Ini adalah kesempatan terakhir. Jika tidak ada kesepakatan itu, AS tidak akan mengesampingkan sanksi demi tetap berada dalam kesepakatan nuklir Iran. Dan bila suatu saat saya merasa kesepakatan tidak akan tercapai, saya akan menarik diri dari kesepakatan itu secepatnya,” kata Trump.

Menurut Ryabkov, langkah AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran malah merusak perjanjian internasional. Moskow juga memandangnya dengan secara negatif.

“Kami akan terus bekerja bersama dengan komunitas internasional melawan langkah AS,” ujar Ryabkof.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tidak dapat dinegosiasikan. Kebijakan Trump dan pengumuman hari ini merupakan upaya putus asa untuk menggagalkan kesepakatan multinasional, dan dengan kejam melanggar pasal 26, 28 & 29.

"JCPOA tidak dapat dinegosiasikan. Dari pada mengulangi retorika lama, AS harus menyesuaikan diri, sama seperti Iran,” kata Zarif di akun Twitter-nya.

Penundaan sanksi yang ditandatangani Trump pada Jumat harus dikeluarkan setiap 120 hari sekali, yang berarti AS akan tetap melakukan kewajibannya di bawah perjanjian JCPOA setidaknya sampai musim semi.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up