alexametrics

Tantang Bahaya Demi Evakuasi Korban Letusan Gunung Pulau White

13 Desember 2019, 14:05:01 WIB

JawaPos.com – Militer Selandia Baru akan mengambil risiko. Begitu fajar menyingsing hari ini, mereka mengevakuasi korban letusan gunung di White Island. Misi itu cukup berbahaya karena gunung tersebut masih aktif dan bisa kembali memuntahkan lava kapan saja. Pakar gunung berapi memperingatkan bahwa dalam 24 jam ke depan peluang erupsi meningkat 50–60 persen.

”Mereka akan pergi ke pulau dan berusaha sekuat tenaga untuk mengevakuasi seluruh jenazah,” tegas Wakil Komisioner Polisi Mike Clement seperti dikutip Agence France-Presse kemarin (12/12).

Dari 8 jenazah yang masih hilang, baru 6 jenazah yang diketahui lokasinya. Identifikasi letak para korban itu dilakukan dengan drone dan helikopter selama beberapa hari ini. Dua lainnya belum diketahui.

Enam jenazah yang sudah diketahui itu menjadi prioritas. Jenazah tersebut akan dipindahkan ke kapal militer HMNZS Wellington yang bersandar di tepi pantai. Salah satu jenazah itu diyakini adalah pemandu wisata Hayden Marshall-Inman.

Nantinya tim evakuasi itu keluar masuk White Island secepat-cepatnya. Dengan begitu, risikonya bisa ditekan. Clement hanya bisa berharap agar gunung berapi tersebut tetap tenang. Dia mengakui bahwa tekanan dari keluarga korban terhadap polisi terus meningkat. Mereka ingin jenazah-jenazah itu dievakuasi secepatnya. Sebab, jika letusan kembali terjadi, jasad tersebut akan hilang selamanya.

Pakar geologi akan mendampingi dengan terus memantau data-data secara langsung saat itu juga. Mereka akan mencari tahu apakah bakal terjadi erupsi dalam waktu dekat atau tidak. Selain itu, untuk memutuskan apakah misi evakuasi perlu terus dilakukan atau dihentikan di tengah jalan jika dinilai terlalu berisiko.

Pakar vulkanologi GeoNet Nico Fournier mengungkapkan, bahaya yang dihadapi tim penyelamat jika erupsi benar-benar terjadi adalah magma, uap yang luar biasa panas, abu, dan batu yang terlempar dari kaldera dengan kecepatan supersonik. Saat ini pun gas beracun masih menyelimuti White Island.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c10/dos)


Close Ads