JawaPos Radar | Iklan Jitu

Disandera Hampir 3 Bulan, Usman Yunus Akhirnya Dibebaskan

13 Desember 2018, 23:01:59 WIB
disandera, usman yunus,
Kementerian Luar Negeri RI lakukan serah terima seorang sandera, Usman Yunus, yang dibebaskan dari Filipina Selatan kepada keluarga pada Kamis (13/12) (PWNI-BHI)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri RI lakukan serah terima seorang sandera, Usman Yunus, yang dibebaskan dari Filipina Selatan kepada keluarga pada Kamis (13/12). Serah terima dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir kepada wakil keluarga yang didatangkan dari Polewali, Mandar, Sulawesi Barat.

Kepulangan Usman ke tanah air didampingi langsung oleh Duta Besar RI Manila, Sonny Sarundajang.

"Pemerintah menggunakan seluruh asetnya dalam rangka membebaskan para sandera. Tapi situasi di Filipina Selatan akibat darurat militer, membuat upaya harus dilakukan secara sangat hati-hati guna memastikan keselamatan sandera", ujar A.M. Fachir, kepada keluarga yang menerima Usman, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima awak media pada Kamis (13/12).

Usman dibebaskan pada 7 Desember 2018. Setelah dibebaskan, Usman menjalani proses pemeriksaan kesehatan di RS Angkatan Bersenjata di Jolo, Sulu, Filipina Selatan. Selanjutnya, Usman dibawa ke Manila guna menyelesaikan administrasi keimigrasian untuk pemulangannya ke tanah air.

"Terima kasih Bapak Presiden dan Bu Menlu, saya hampir putus asa. Alhamdulillah suami saya bebas", ujar istri Usman, Julianti, kepada Wamenlu Fachir saat dipertemukan dengan Usman.

Usman bersama dengan satu orang WNI/ABK lainnya diculik oleh kelompok bersenjata di perairan dekat Pulau Gaya, Samporna, Sabah, pada 11 September 2018. Usman berada dalam penyanderaan selama 2 bulan 26 hari.

"Atas arahan Menlu, saya berkomunikasi langsung dengan Presiden Duterte untuk mengupayakan pembebasan. Karena itu semua pihak di Filipina mendukung upaya yang kita lakukan", terang Duta Besar Sonny Sarundajang.

Sejak 2016 hingga November 2018 sebanyak 34 WNI disandera di Filipina Selatan. 33 diantaranya sudah berhasil dibebaskan.

Pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan pembebasan WNI yang masih disandera. Pada saat yang sama, KJRI Kota Kinabalu dan KRI Tawau terus menghimbau agar WNI yang bekerja sebagai nelayan di wilayah Sabah untuk tidak melaut hingga adanya jaminan keamanan dari otoritas Malaysia.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up