alexametrics

Mahkamah Agung AS Setujui Pembatasan Imigran

Perkuat Aturan Suaka Trump
13 September 2019, 21:32:56 WIB

JawaPos.com

Keinginan Presiden AS Donald Trump untuk membatasi arus pengungsi akhirnya terkabul. Rabu (11/9) Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk menyetujui penerapan aturan negara ketiga bagi para pengungsi. Mereka yang bisa masuk AS adalah yang sudah mencari suaka di negara ketiga dan ditolak.

”Imbasnya, aturan itu menghalangi hampir semua imigran dari Amerika Tengah untuk mencari suaka di AS jika masuk dari perbatasan sisi selatan,” tulis hakim Sonia Sotomayor seperti dikutip AFP.

Di antara 9 hakim di MA, hanya 2 yang menentang putusan itu. Yaitu, Sotomayor dan Ruth Bader Ginsburg.

Misalnya saja, imigran dari El Salvador menempuh rute Guatemala–Meksiko–AS. Berdasar aturan yang disetujui MA, dia seharusnya mengajukan suaka di Meksiko. Jika ditolak, baru ke AS. Jika langsung meminta suaka kepada AS, imigran itu tidak akan diterima, kecuali dia korban perdagangan manusia. Putusan MA tersebut langsung berlaku untuk seluruh negeri.

Bagi Trump, itu kemenangan besar. Dalam setiap kampanyenya, dia selalu berjanji memperkecil keran masuknya imigran ke AS. Aturan tersebut sejatinya sudah diterbitkan 15 Juli lalu, tapi langsung diblokir dengan putusan pengadilan San Francisco.

”Kemenangan besar AS di MA untuk pembatasan pencari suaka!” cuit Trump di akun Twitter-nya. Gedung Putih menyatakan, putusan MA itu digunakan untuk memantau kemajuan mengatasi krisis di perbatasan sisi selatan. Juga, membuat penduduk AS lebih aman.

Selasa (10/9) Departemen Pertahanan AS juga menyatakan, 5.500 tentara tambahan yang ditempatkan di perbatasan AS-Meksiko tidak akan ditarik hingga tahun depan. Mereka bakal membantu memerangi imigran ilegal yang masuk dari perbatasan sisi selatan. Total pasukan yang berjaga di perbatasan tersebut mencapai 64 ribu orang per Agustus lalu. Jumlah itu jauh menurun jika dibandingkan dengan Mei yang mencapai 144 ribu prajurit.

Banyak pihak langsung ketir-ketir. Politisi Demokrat langsung menyuarakan ketidaksetujuan. Mereka berpendapat, aturan itu akan membuat nyawa ribuan imigran dalam bahaya. Hingga akhir Agustus, ada 811.016 imigran yang ditahan di perbatasan sisi selatan dan barat. Sekitar 590 ribu di antaranya berasal dari El Salvador, Guatemala, dan Honduras. Mayoritas tiba dengan setidaknya satu anggota keluarga. Mereka terancam dipulangkan.

Para imigran sudah bertaruh nyawa untuk bisa sampai di AS. Kembali pulang adalah jalan yang tidak pernah mereka inginkan. Banyak di antara imigran dari Amerika Tengah itu yang tewas dalam perjalanan. ”Bagi banyak pengungsi, itu adalah masalah hidup dan mati,” tegas Ketua Komite Urusan Luar Negeri House of Representative Eliot Engel.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c11/sof)



Close Ads