alexametrics

Hoaks Bikin Makin Resah Warga Hongkong

13 Agustus 2019, 15:37:21 WIB

JawaPos.com – Suhu politik di Hongkong tinggi bukan main. Salah satu yang menjadi bara paling anyar adalah hoaks yang beredar di dunia maya. Kabar simpang siur mengenai krisis di pulau tersebut membuat penduduk makin paranoid.

Salah satu cuitan yang viral di Twitter adalah video yang menunjukkan tank di atas lori kereta. Video itu disertai tulisan tentang upaya militer Tiongkok yang bakal menyeberangi perbatasan Shenzhen-Hongkong. Pengguna itu memperingatkan bahwa tentara dari Beijing bakal melaksanakan penindakan keras kepada pendemo ala Tiananmen Square.

Tragedi Tiananmen Square pada 1989 tak mungkin dilupakan masyarakat Hongkong. Tentara memberondong para pemuda Tiongkok yang menuntut demokrasi dan merenggut ratusan nyawa. Membayangkan itu, warga Hongkong sudah pasti tambah resah.

Kabar tersebut langsung mendapatkan fact-check. Kenyataannya, nama stasiun yang tertera di video itu adalah Longyan yang berjarak 500 kilometer dari Shenzhen. Tapi, video telanjur dilihat 848 ribu kali dan di-retweet 8 ribu kali.
“Kita punya kecenderungan percaya apa yang ingin dipercaya. Meskipun tak ada bukti kuat yang mendukung kepercayaan itu,” ujar Masato Kajimoto, profesor jurnalisme di Hong Kong University, kepada CNN.

Pakar misinformasi itu menyatakan, hoaks merupakan senjata yang menakutkan. Sekali menyentuh hati, susah dihilangkan. Kalaupun disangkal dengan bukti, benih ketidakpercayaan tak akan bisa tercabut.

Penduduk Hongkong prodemokrasi sudah pasti memercayai kabar itu karena menganggap pemerintah makin otoriter. Sementara penduduk pro-Beijing akan lebih percaya pada teori konspirasi yang menyatakan bahwa AS berada di balik para pendemo. Apalagi, pemerintah Tiongkok ikut membenarkan teori tersebut.
“Sebagaimana yang kami ketahui, aksi itu adalah pekerjaan AS,” ucap Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying.

Kajimoto mengungkapkan, penggunaan hoaks bukanlah barang baru. Hoaks bernarasi intervensi Tiongkok juga tersebar saat Revolusi Payung 2014. Menurut dia, rumor tak benar bakal selalu tersebar selama politik sebuah negara masih terbelah.
“Sejak awal, sikap politik yang berbedalah yang membuat banyak orang menyebarkan rumor dan memercayai konten manipulatif,” pungkas Kajimoto.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c5/dos)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads