alexametrics

Demonstran Hongkong Digerakkan Dendam

Nilai Aparat Terlalu Represif
13 Agustus 2019, 15:17:32 WIB

JawaPos.com – “Semakin keras Anda melempar bola semakin kencang juga ia memantul. Itu adalah logika alam,” ujar anggota parlemen kubu oposisi Claudia Mo kepada CNN. Kalimat tersebut merupakan tanggapan Mo terhadap kericuhan yang terjadi pada demo di Hongkong, Minggu (11/8) malam waktu setempat.

Prediksi Mo benar. Warga Hongkong benar-benar marah. Mereka menyalurkan kemarahan itu dengan melakukan demo di Bandara Internasional Hongkong. Tak tanggung-tanggung, 5.000 warga Hongkong ikut dalam aksi tersebut.

“Semua penerbangan telah dibatalkan. Kami mohon agar pengunjung segera keluar dari bandara,” pengumuman itu berkali-kali terdengar dari pengeras suara bandara.

Warga Hongkong memang sudah biasa berdemo dalam dua bulan terakhir. Namun, yang melakukan demo pada hari kerja biasanya para pemuda. Jumlahnya tak sampai ribuan. Sementara itu, demo masal biasanya dilakukan di akhir pekan.

Seperti pekan lalu, Hongkongers melakukan protes akhir pekan di bandara. Tanggal 9-11 Agustus dijadikan kesempatan untuk menyebarkan pesan kepada dunia tentang keadaan di Hongkong. Senin mereka berencana untuk kembali beraktivitas normal.

Hal itulah yang membuat otoritas Bandara Hongkong kaget mendapatkan kunjungan dari ribuan pendemo kemarin. Karena semakin sesak, mereka pun memutuskan menghentikan operasional. “Polisi Hongkong sudah gila. Mereka melebihi batas,” ujar Law, salah seorang pendemo di bandara, kepada Agence France-Presse.

Ribuan pendemo tersebut datang untuk menunjukkan kemarahan mereka. Mereka marah terhadap penindakan aparat yang terjadi Minggu malam yang superkeras. Kabar yang berembus, mata seorang gadis pendemo terluka terkena peluru karet petugas.

“Saya sedih mendengar kejadian itu. Saya sampai tidak bisa tidur semalam,” ujar Patsy Ko kepada CNN. Kisah gadis yang terluka matanya membuatnya bertekad untuk mengikuti demo kali pertama.

Bukan hanya Ko. Sebagian besar orang datang ke bandara kemarin karena kisah tersebut. Mereka se­ngaja menggunakan perban di mata dengan tulisan “mata dibalas mata”. Kemarahan mereka tambah tersulut setelah Tiongkok melabeli pendemo sebagai teroris.

Global Times mengabarkan cuplikan video yang menunjukkan tentara yang berkumpul di Shenzhen, kota yang berbatasan dengan Hongkong, untuk melakukan latihan militer. “Hongkong tak lagi aman,” teriak salah seorang pendemo.

Beberapa calon penumpang mengamuk. Salah seorang perempuan yang menggendong anaknya menyatakan bahwa pendemo justru merusak Hongkong. “Sah-sah saja ingin berdemo. Tapi, jika kalian menghentikan orang yang ingin masuk ke Hongkong, ekonomi kalian yang akan jatuh,” ujarnya.

Rumor yang Beredar di Hongkong
Sejumlah berita mengiringi demo masif di Hongkong. Kebenarannya masih diragukan. Berikut beberapa di antaranya.

Perempuan keguguran karena diserang di Distrik Yuen Long. Kebenaran informasi itu masih simpang siur.

Tentara bakal menyeberangi perbatasan Shenzhen-Hongkong dengan membawa tank dengan bukti video. Namun, lokasi video tersebut adalah Stasiun Longyan di Provinsi Fujian.

Lembaga intelijen AS, CIA, membiayai pendemo beserta bukti bahwa salah satu pendemo berkulit putih. Informasi masih berupa teori konspirasi.

Pemerintah Tiongkok berada di balik penyerangan triad di Distrik Yuenlong. Informasi masih berupa teori konspirasi yang kurang bukti.

Sumber: CNN

Bandara yang Lumpuh
– Bandara Internasional Hongkong menjadi tempat demonstrasi besar. Berikut ini informasi mengenai bandara tersebut.

– Beroperasi sejak 6 Juli 1998.

– Menampung 74 juta penumpang pesawat dan 5,1 juta ton kargo per tahun.

– Dilalui 427 ribu penerbangan dari 120 maskapai setiap tahun.

– Menghubungkan Hongkong dengan 220 tujuan di seluruh dunia.

Sumber: Situs resmi Bandara Internasional Hongkong

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c22/dos)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads