Ngeri, Israel Siap Duduki Bulan

13/07/2018, 11:56 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Pesawat luar angkasa Israel tanpa awak siap meluncur ke bulan (Getty Images)
Share this

JawaPos.com - Sebuah organisasi Israel mengumumkan rencana untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa pertama ke Bulan pada Desember mendatang tahun ini. Seperti dilansir The New Arab, ini akan menjadi penerbangan pesawat tanpa awak pertama Israel ke luar angkasa.

Bila sukses, Israel akan menjadi negara keempat yang pernah menyelesaikan misi ke Bulan. Pesawat luar angkasa tanpa awak itu berbentuk seperti buah dan beratnya sekitar 585 kilogram saat diluncurkan. Pesawat itu akan mendarat di Bulan pada 13 Februari 2019 jika semua berjalan sesuai rencana SpaceIL.

SpaceIL mengatakan, pesawat itu diluncurkan melalui roket dari perusahaan SpaceX milik pengusaha Amerika Serikat, Elon Musk. Misi dari pesawat tersebut mencakup penelitian di medan magnet Bulan.

Astronot berjalan di bulan (Science)

Namun, tugas pertama pesawat itu adalah menanamkan bendera Israel di Bulan. "Bulan akan ditempati oleh Israel," canda satu pengguna Twitter.

Kepala Biro Reuters Luke Baker mengatakan, Israel berencana untuk mendaratkan pesawat luar angkasa tanpa awak ke Bulan pada Februari. Namun sayangnya solusi dua negara Israel-Palestina masih di jauh dari angan.

SpaceIL yang didirikan oleh trio ilmuwan Israel, bermitra dengan BUMN Aerospace Industries milik negara. Proyek tersebut didanai oleh miliarder Israel Morris Kahn. "Mereka tidak benar-benar memikirkan tentang sisi keuangan," kata Kahn tentang proyek tersebut.

Kahn memberi mereka hibah dana untuk proyek tersebut. Menurutnya, Israel bisa mencapai Bulan bersama tiga kekuatan global dunia yakni Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok, yang diyakini akan menjadi pencapaian luar biasa yang akan memberi rasa bangga bagi bangsa Israel.

Di Bulan, kapal akan mengirimkan data ke pusat kendali di IAI selama dua hari sebelum sistemnya ditutup. "Kami mencoba meniru efek Apollo di AS," kata Kahn, mengacu pada program AS yang mendaratkan manusia pertama di Bulan pada 1969.

Namun ada kekhawatiran kalau kecanggihan teknologi Israel justru digunakan untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk mengawasi dan sensor canggih untuk menindas warga Palestina. Tentara Israel sudah secara rutin menggunakan drone untuk mengintai dan bertempur, salah satunya penggunaan drone untuk menarget demonstran dengan gas air mata.

(ina/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi