alexametrics

Listrik di Venezuela Masih Padam, AS Tarik Semua Staf Kedutaannya

13 Maret 2019, 15:06:14 WIB

JawaPos.com – AS akan menarik semua staf diplomatiknya dari Venezuela minggu ini karena situasi yang semakin memburuk di sana. Dilansir dari BBC pada Selasa (13/3), AS sebelumnya memerintahkan semua staf untuk meninggalkan Venezuela pada Januari di tengah krisis diplomatik yang sedang berlangsung.

Pemadaman listrik yang meluas dan krisis kemanusiaan yang memburuk telah memicu protes masal. Di tengah krisis, seorang jurnalis Luis Carlos Diaz merupakan jurnalis terbaru yang ditargetkan oleh Pemerintah Venezuela. Ia dituduh memainkan peran dalam pemadaman listrik total di Venezuela.

Keputusan untuk mengosongkan Kedutaan AS di Venezuela dilakukan pada Senin malam. Menlu AS Mike Pompeo mengritik perlakukan Pemerintah Venezuela kepada wartawan. Hubungan AS dan Venezuela memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

krisis venezuela, krisis, nicolas maduro, listrik padam,
Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Maduro menyalahkan pemadaman listrik yang berkelanjutan akibat sabotase asing (Reuters)

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan, Pemerintah Venezuela memberi para diplomat AS yang tersisa di negara itu waktu 72 jam untuk pergi meninggalkan negaranya. Namun AS mengatakan, mantan presiden tidak lagi memiliki wewenang untuk mengusir mereka. Mantan presiden yang mereka maksud adalah Nicolas Maduro.

Presiden AS Donald Trump mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai Presiden Venezuela setelah Guaido mengumumkan dirinya sebagai pemimpin sementara pada 23 Januari lalu. Venezuela kemudian memutuskan hubungan diplomatiknya dengan AS sebagai tanggapan.

“Nicolas Maduro menjanjikan rakyat Venezuela kehidupan yang lebih baik di surga sosialis. Dia hanya menunjukkan sosialismenya, namun mana bagian surganya? Tidak terlalu banyak,” ujar Pompeo.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Maduro menyalahkan pemadaman listrik yang berkelanjutan akibat sabotase asing. “Pemerintah imperialis Amerika Serikat memerintahkan serangan ini,” katanya, tanpa menunjukkan bukti.

Sebagian besar warga Venezuela tidak memiliki penerangan sejak Kamis lalu. Hal ini disebabkan adanya masalah pada pembangkit listrik tenaga air Guri di Provinsi Bolivar, salah satu fasilitas pembangkit listri terbesar di Amerika Latin.

Venezuela bergantung pada infrastruktur hidroelektriknya yang luas, bukan cadangan minyaknya, untuk pasokan listrik domestiknya. Tetapi kurangnya investasi selama beberapa dekade telah merusak bendungan-bendungan utama, dan pemadaman sporadis merupakan hal biasa. Presiden Maduro menuduh Guaido mencoba melancarkan kudeta terhadapnya dengan bantuan imperialis AS.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna

Copy Editor :

Listrik di Venezuela Masih Padam, AS Tarik Semua Staf Kedutaannya