alexametrics

Para Dokter Mendesak agar Bantuan Obat dan Pangan Masuk Venezuela

13 Februari 2019, 17:59:32 WIB

JawaPos.com – Obat-obatan, biskuit, susu, beras, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya tersusun rapi di sebuah gudang di Cucuta, Kolombia. Sebagian sudah dikemas dalam kantong-kantong putih kecil oleh para relawan dan siap dibagikan. Itu adalah bantuan kemanusiaan untuk penduduk Venezuela.

Sayangnya, hingga kemarin (11/2) bantuan itu tak kunjung sampai di tangan orang-orang yang membutuhkan. Presiden Venezuela Nicolas Maduro masih kukuh dengan penolakannya.

krisis venezuela, krisis, nicolas maduro, dokter, bantuan obat,
Rakyat Venezuela sangat membutuhkan bantuan obat-obatan dan pangan (Reuters)

Tangki dan kontainer yang diletakkan di Tienditas International Bridge belum dipindah. Bantuan pun nyangkut. Lobi yang dilakukan oposisi dan para pejabat AS kepada militer belum membuahkan hasil. Mereka tetap patuh pada perintah Maduro.

”Kontainer itu adalah simbol arogansi seorang diktator. Itu menunjukkan kurangnya kemanusiaan dan belas kasih atas penderitaan rakyat kami,” ujar Dr Katia Diaz seperti dikutip Associated Press. Hanya penduduk Venezuela yang mengungsi di Kolombia yang telah mendapatkan jatah bantuan mereka.

Diaz adalah seorang psikiater di Venezuela. Minggu (10/2) dia bersama sekitar 20 dokter lainnya melakukan aksi menuntut agar bantuan kemanusiaan dari AS diperbolehkan masuk ke Venezuela. Semakin lama menunggu, nyawa pasien di berbagai rumah sakit menjadi taruhannya.

Para dokter itu harus menyeberang ke Kolombia untuk bisa menyuarakan pemikirannya. Mereka melakukan aksinya di pintu masuk Tienditas International Bridge sisi Cucuta dengan membentangkan bendera Venezuela berukuran besar. Mereka tak berani berdemo di Venezuela karena bisa langsung ditangkap.

Secara terpisah, pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido meminta agar militer berpikir ulang. Saling bertentangan antara mereka yang ingin bantuan itu masuk dan yang tidak bakal menimbulkan bentrok. Dia menambahkan, rezim saat ini menolak mengakui bahwa krisis kemanusiaan itu terjadi akibat ulah mereka sendiri.

”Semua terserah kalian. Kami tidak berbicara secara tersirat. Kami berbicara dengan jelas dan meyakinkan, memberi perintah pada pasukan bersenjata agar mengizinkan bantuan masuk,” tegas Guaido. Meski diakui sebagai presiden sementara oleh sebagian besar negara-negara Eropa dan AS, Guaido tidak punya kuasa selama militer masih memihak Maduro.

Sementara itu, Kepala Departemen Kementerian Luar Negeri Rusia untuk Amerika Latin Alexander Shchetinin mengungkapkan bahwa hingga kemarin mereka belum menerima permintaan pendampingan militer dari Maduro. Rusia, Tiongkok, dan Turki mendukung Maduro. Selama ini pemerintah Venezuela takut AS akan menginvasi mereka.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (sha/c6/dos)

Copy Editor :

Para Dokter Mendesak agar Bantuan Obat dan Pangan Masuk Venezuela