alexametrics

Pengamanan Pelantikan Joe Biden Sebagai Presiden AS Diperketat

Dihantui Teror Ultrakanan
13 Januari 2021, 21:32:57 WIB

JawaPos.com – Inaugurasi Joe Biden dipastikan bakal lebih sepi daripada Donald Trump empat tahun lalu. Bukan hanya karena persebaran virus SARS-CoV-2. Namun, ancaman muncul dari fanatik Trump.

”Kami meminta semua warga AS tak datang ke Washington DC hanya untuk menyaksikan inaugurasi presiden ke-59. Berpartisipasi secara virtual saja,” tutur Wali Kota Washington Muriel Bowser sebagaimana yang dilansir Agence France-Presse.

Bowser tidak peduli meski yang datang adalah pendukung Biden. Dia tidak mau mengambil risiko seperti kerusuhan 6 Januari lalu. Saat itu dia harus memberlakukan jam malam gara-gara massa sayap kanan merangsek ke gedung Kongres dan mengganggu proses konfirmasi suara elektoral.

Kekhawatiran Bowser beralasan. FBI sudah memperingatkan bahwa kelompok-kelompok ultrakanan berencana kembali melakukan demonstrasi. Beberapa kelompok disebut bersenjata. Bocoran yang beredar di media, kelompok garis keras seperti Boogaloo Boys berencana menyerbu ibu kota di 50 negara bagian dan ibu kota federal. ”Satu kelompok bahkan mengancam Kongres bakal melakukan pemberontakan jika Trump dilengserkan melalui amandemen ke-25,” tulis FBI dalam memo internal yang dirilis ABC News.

Terkait itu, amandemen ke-25 memang sulit terjadi. Apalagi, Wakil Presiden AS Mike Pence, sosok pemegang kunci diaktifkannya amandemen tersebut, sudah berbaikan dengan Trump. Pada Senin (11/1), keduanya akhirnya bertemu. Karena itu, Demokrat langsung mengajukan proposal pemakzulan. Dalam dokumen setebal empat halaman tersebut tertulis, Trump perlu segera ditindak.

Di ibu kota, National Guard sudah memberi kuota 15 ribu tentara selama masa inaugurasi. Kepala National Guard Bureau Jenderal Daniel Hokanson menyebutkan bahwa 10 ribu tentara dikerahkan akhir pekan nanti. Sisanya, 5.000 tentara, akan dikerahkan jika ada permintaan dari pemerintah lokal.

Namun, publik masih resah. Chad Wolf, pelaksana tugas menteri keamanan dalam negeri, baru saja mengundurkan diri. Padahal, Wolf bertanggung jawab atas pasukan pengamanan presiden.

Biden menyatakan siap mengikuti inaugurasi sesuai dengan prosedur. ”Saya tak takut untuk mengambil sumpah di luar,” ujar Biden kepada Associated Press. Biasanya, presiden memang disumpah di teras Gedung Capitol.

Sementara itu, Facebook akhirnya menanggapi serius ancaman warganet. Raksasa media sosial tersebut melaporkan telah menghapus semua konten yang menggunakan frasa stop the steal alias hentikan pencurian.

Frasa itu mengacu pada tudingan bahwa kubu Biden mencuri kemenangan pemilu. ”Orang yang terlibat dalam kerusuhan lalu menggunakan frasa ini. Karena itu, kami membuat langkah baru untuk menjaga keamanan inaugurasi,” jelas Facebook menurut The Guardian.

Sehari sebelumnya, COO Facebook Sheryl Sandberg menegaskan bahwa akun Trump bakal ditangguhkan hingga inaugurasi atau bahkan lebih lama. Keputusan tersebut menyusul Twitter yang secara permanen melarang sang taipan bermain di platform mereka.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c14/bay)


Close Ads