alexametrics

Usai Laksanakan Misa, 4 Jemaat Ditembak Mati di Sebuah Katedral

12 Desember 2018, 10:17:55 WIB

JawaPos.com – Seorang pria melakukan penembakan di sebuah katedral di Brasil Selatan usai misa pada hari Selasa. Insiden itu menewaskan empat jemaat dan melukai empat lainnya. Dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (12/11), pria tersebut lalu terlibat baku tembak dengan polisi dan kemudian menembak dirinya sendiri tepat di kepala.

Penembakan itu terjadi tepat setelah kebaktian tengah hari berakhir di Katedral Metropolitan di Campinas, sebuah kota 100 km di utara Sao Paulo. “Sangat menyedihkan,” kata, Petugas Pers di Keuskupan Agung, Wilson Cassante. “Sulit membayangkan rasa sakit yang disebabkan ini,” imbuhnya.

Beberapa jam setelah paramedis terlihat mengambil mayat para korban dan membawa orang-orang yang terluka keluar dari gereja. Pihak berwenang mengidentifikasi penembak itu sebagai Euler Fernando Grandolpho, 49 tahun, dari Valinhos, sebuah kota terdekat di negara bagian Sao Paulo yang berpenduduk padat.

jemaat, misa, ditembak mati, brasil,
Penembakan itu terjadi tepat setelah kebaktian tengah hari berakhir di Katedral Metropolitan di Campinas, sebuah kota 100 km di utara Sao Paulo (PIxabay)

Grandolpho yang bekerja sebagai seorang analis sistem bukanlah anggota jemaat katedral tersebut. Menurut catatan publik, ia telah memegang berbagai pekerjaan dengan entitas pemerintah. Termasuk pernah menjadi asisten jaksa dalam pelayanan publik di Sao Paulo.

Pihak berwenang mengatakan, mereka belum menentukan apa motifnya. “Sebuah ransel yang ditemukan di dekat pria bersenjata itu ada identitasnya tetapi tidak ada catatan atau petunjuk lain,” kata Penyidik Polisi Jose Henrique Ventura kepada wartawan di luar gereja.

“Berkat intervensi polisi dalam baku tembak, sesuatu yang jauh lebih besar dihindari,” kata Ventura, menambahkan bahwa empat orang yang terluka dalam kondisi stabil.

Seorang saksi, Danielle Coutinho mengatakan kepada EPTV bahwa dia sedang duduk di gereja mengobrol usai misa ketika tembakan dimulai. Seorang pria yang duduk di dekatnya ditembak ketika dia dan yang lainnya berlari. “Aku melihat orang-orang tertembak. Aku tidak bisa mengeluarkannya dari kepalaku,” katanya sambil menangis.

Brasil telah lama berjuang dengan kekerasan senjata, dan secara rutin memegang rekor dunia dalam pembunuhan meskipun penembakan masal jarang terjadi. Tahun lalu, hampir 64 ribu orang tewas.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (ina/JPC)



Close Ads
Usai Laksanakan Misa, 4 Jemaat Ditembak Mati di Sebuah Katedral