JawaPos Radar | Iklan Jitu

Majalah Time tak Pilih Trump Jadi Person of The Year

12 Desember 2018, 12:22:16 WIB
trump, majalah time, khashoggi,
Majalah Time memberikan penghargaan Person of The Year kepada para jurnalis, termasuk Jamal Khashoggi dari Saudi dan dua wartawan Reuters yang ditangkap oleh otoritas Myanmar Wa Lone dan Kyaw Soe Oo (Evening Standard)
Share this

JawaPos.com - Majalah Time memberikan penghargaan Person of The Year kepada para jurnalis, termasuk Jamal Khashoggi dari Saudi dan dua wartawan Reuters yang ditangkap oleh otoritas Myanmar, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo. Menurut Time, penghargaan ini diberikan untuk mengingatkan bahwa kebenaran adalah hal penting bagi demokrasi.

Rupanya Time tak memilih Presiden AS Donald Trump. Padahal sebelumnya Trump ditanya oleh seorang wartawan tentang tanggapannya pada pemilihan Person of The Year dari Majalah Time yang biasanya dikeluarkan pada Desember. Dia menjawab dengan satu kata yaitu, "Trump".

"Saya tidak tahu, itu terserah Majalah Time," katanya dilansir dari Straits Times beberapa hari lalu. "Aku tidak bisa membayangkan orang lain selain Trump, bisakah kau membayangkan orang lain selain Trump?" katanya.

trump, majalah time, khashoggi,
Rupanya Time tak memilih Presiden AS Donald Trump. Padahal sebelumnya Trump mengaku layak jadi Person of The Year dari Majalah Time (Reuters)

Time lebih memilih memberikan penghargaan kepada para jurnalis. Selain kepada Khashoggi dan dua jurnalis Reuters, Time juga memberikan penghargaan juga diberikan kepada pendiri kantor berita Filipina, Rappler, Maria Ressa yang sering menjadi kritikus Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Ressa dan situsnya dituduh penggelapan pajak oleh departemen peradilan Filipina pada November.

Selain itu, Koran Capital Gazette di Annapolis, Maryland, juga mendapat kehormatan karena kantornya pernah diserang oleh pria bersenjata dan menewaskan lima orang stafnya pada Juni lalu.

Di sisi lain, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dipenjara karena dianggap melanggar rahasia negara saat memberitakan pembataian Muslim Rohingya. Sedangkan Jamal Khasoggi, kolumnis Washington Post yang juga kritikus Putra Mahkota Arab Saudi terbunuh di Konsulat Saudi di Turki.

"Saya berharap ini diterima oleh publik sebagai pengingat pentingnya membela kebebasan berekspresi dan mengejar kebenaran dan fakta," kata Asisten Editor Majalah Time, Ben Goldberger dilansir dari Reuters, Rabu (12/12). “Kebenaran adalah dasar untuk semua masyarakat untuk bebas. Demokrasi tentu saja tidak dapat berfungsi tanpa pemahaman tentang fakta-fakta."

Keempat kelompok jurnalis itu disorot pada empat sampul majalah yang terpisah, salah satunya menampilkan istri-istri wartawan Reuters yang dipenjara yang merangkul satu sama lain sambil mereka memegang foto-foto suami mereka.

Goldberger menekankan peran penting jurnalisme dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan agar demokrasi bekerja. “Para jurnalis ini adalah orang yang berperang demi kebenaran dan perang melawan misinformasi. Ini adalah salah satu pekerjaan paling penting di dunia," katanya.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up