JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jika Terbukti Bersalah Najib Razak Bisa Dibui 20 Tahun

12 Desember 2018, 12:44:16 WIB
najib razak, jho low, korupsi 1mdb, malaysia,
Najib dituntut berdasarkan Pasal 23 (1) dari Undang-Undang Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) 2009. Jika terbukti bersalah, dia akan menghadapi hingga 20 tahun penjara (Malay Mail)
Share this

JawaPos.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengaku tak bersalah menggunakan posisinya atas skandal 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Najib dituntut karena dalam kapasitasnya sebagai perdana menteri menggunaknan posisinya untuk mendapatkan gratifikasi untuk dirinya sendiri.

Dia diduga memerintahkan pergantian sebelum laporan itu diselesaikan dan diajukan ke Komite Akun Publik, yang diduga ia memiliki kepentingan langsung di dalamnya. Anggota parlemen dari Pekan dituduh melakukan pelanggaran di Departemen Perdana Menteri antara 22 Februari dan 26 Februari 2016.

Najib dituntut berdasarkan Pasal 23 (1) dari Undang-Undang Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) 2009. Jika terbukti bersalah, dia akan menghadapi hingga 20 tahun penjara dan denda tidak kurang dari lima kali jumlah gratifikasi, atau RM 10.000. Pengadilan mengizinkan Najib dibebaskan dengan jaminan RM 500.000.

najib razak, jho low, korupsi 1mdb, malaysia,
Istri Najib Razak juga disebut ikut menikmati hasil korupsi 1MDB (Infografis: Kokoh/JawaPos.com)

Mantan Presiden Grup 1MDB Arul Kanda Kandasamy mengaku tidak bersalah setelah ia dituntut secara terpisah di Pengadilan Sidang Kuala Lumpur pada Rabu (12/12). Dia bersekongkol dengan Najib dalam mengubah laporan audit akhir.

Dia diberikan jaminan sebesar RM 500.000 dengan satu jaminan dan juga diperintahkan untuk menyerahkan paspor internasionalnya.

Pada 25 November, Auditor Jenderal Madinah Mohamad mengungkapkan bahwa laporan audit akhir pada 1MDB telah dirusak dan bahwa Najib mengetahui hal itu.

Dia juga mengungkapkan, dua hal penting yang diubah dari laporan tersebut adalah mengenai kehadiran pengusaha yang sedang dicari yaitu Low Taek Jho pada pertemuan Dewan 1MDB, serta status keuangan dana negara yang dilanda skandal.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini