JawaPos Radar | Iklan Jitu

Myanmar Mau Tampung 2.000 Muslim Rohingya yang Kembali dari Bangladesh

12 November 2018, 12:16:42 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
rohingya, myanmar, bangladesh,
Para pejabat di Myanmar mengatakan, negaranya siap menerima 2.000 Muslim Rohingya yang mengungsi di Bangladesh pada 15 November mendatang (Agency)
Share this

JawaPos.com - Para pejabat di Myanmar mengatakan, negaranya siap menerima 2.000 Muslim Rohingya yang mengungsi di Bangladesh pada 15 November mendatang. Jumlah tersebut merupakan kelompok pertama dari 5.000 pengungsi yang akan dipindahkan berdasarkan kesepakatan.

Tetapi lebih dari 20 orang dalam daftar calon pengungsi yang dikirim oleh Bangladesh mengatakan, mereka akan menolak untuk kembali ke negara bagian Rakhine Utara. Bangladesh mengatakan, pihaknya tidak akan memaksa siapapun untuk melakukannya.

PBB mengatakan, kondisi di Rakhine belum aman untuk kembali, sebagian karena umat Buddha Myanmar telah memprotes pemulangan tersebut. Agen pengungsi PBB mengatakan, pengungsi Rohingya harus diizinkan untuk pergi dan melihat kondisi di Myanmar sebelum mereka memutuskan untuk kembali.

rohingya, myanmar, bangladesh,
PBB mengatakan, kondisi di Rakhine belum aman untuk kembali, sebagian karena umat Buddha Myanmar telah memprotes pemulangan tersebut (Gulf News)

"Itu tergantung pada negara lain (Bangladesh), apakah ini benar-benar akan terjadi atau tidak," kata Menteri Kesejahteraan Sosial dan Pemukiman Kembali Myanmar Win Myat Aye.

Pada pertengahan November, negara-negara sepakat untuk mulai memulangkan beberapa dari 700.000 Muslim Rohingya yang melarikan diri dari penumpasan tentara di Myanmar tahun lalu. Mereka mengatakan, tentara dan umat Buddha setempat membantai keluarga, membakar ratusan desa, dan melakukan pemerkosaan.

Peneliti yang diberi mandat PBB, menuduh tentara memang berniat melakukan genosida dan pembersihan etnis. Myanmar menyangkal hampir semua tuduhan, mengatakan pasukan keamanan memerangi teroris. 

Sementara itu, Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi menyerukan agar Myanmar mengizinkan pengungsi Rohingya mengunjungi tempat asal mereka atau tempat pemukiman kembali untuk membuat penilaian independen mereka sendiri, apakah mereka merasa dapat kembali ke sana dengan aman dan bermartabat.

"Pihak berwenang Myanmar harus mengizinkan para pengungsi ini untuk melakukan kunjungan tanpa prasangka terhadap hak mereka untuk kembali di kemudian hari," kata badan itu dalam pernyataannya pada Minggu malam.

Win Myat Aye mengatakan, persiapan telah dilakukan untuk 2.251 orang yang akan diangkut ke dua pusat transit dengan perahu. Sementara kelompok kedua dari 2.095 dapat menyusul kemudian melalui jalan darat.

Setelah diproses oleh pihak berwenang, mereka akan dikirim ke pusat lain di mana mereka akan ditampung, diberi makan, dan diminta untuk membangun rumah.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up