JawaPos Radar

Mantan Wapres AS Dorong Milenial Indonesia Gaungkan Perubahan Iklim

12/11/2017, 11:20 WIB | Editor: Mochamad Nur
Mantan Wapres AS Dorong Milenial Indonesia Gaungkan Perubahan Iklim
Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore (Dok.Climate Reality Project)
Share this image

JawaPos.com - Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore terus mendukung sejumlah inisitif kampanye menyelamatkan bumi dari perubahan iklim. Kali ini, dia mengapresiasi Climate Reality Project Indonesia, yang telah menyelenggarakan program Youth for Climate Camp bagi pemuda Indonesia.

Dia kagum pada anak muda yang peduli pada dampak perubahan iklim. Itu disampaikan Al Gore saat hadir dan berbicara di Paviliun Indonesia, dalam rangkaian acara Conference of the Parties (COP ke 23), di Bonn, Jerman.

COP adalah sebuah konferensi global tentang perubahan iklim, dan tahun ini diselenggarakan di Kota Bonn, Jerman 6-18 November 2017.

"Saya akan mendorong dukungan internasional untuk program Youth for Climate Camp untuk menyelamatkan bumi," tegasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/11).

Al Gore yang kini dikenal sebagai aktivis perubahan iklim telah berupaya mengomunikasikan perubahan iklim lewat berbagai cara dan forum. Salah satu cara yang diambilnya adalah lewat film An Inconvenient Truth yang diproduksi tahun 2007, dan The Inconvenient Sequel: Truth to Power, yang diluncurkan tahun ini.

Pada film An Inconvenient Truth yang pertama, Al Gore mencoba meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai adanya perubahan iklim dan kebutuhan untuk melakukan tindakan. Sedangkan pada The Inconvenient Sequel; Truth to Power, Al Gore membawa harapan baru bahwa kemajuan teknologi dapat menjadi solusi untuk menjawab tantangan dalam pengendalian perubahan iklim. Film kedua ini, kini tengah gencar diputar di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Perubahan iklim adalah tantangan utama yang dihadapi masyarakat. Al Gore memilih film sebagai salah satu media komunikasi, karena mengkomunikasikan penyebab dan dampak perubahan iklim serta solusi yang dapat dilakukan oleh masyarakat, bukanlah hal yang mudah. Komunikator perubahan iklim membutuhkan pesan sederhana dengan dasar ilmiah yang baik, gambar yang menarik, serta perhatian dan data yang akurat.

Penasehat Senior Perubahan Iklim untuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Nurmala Kartini Sjahrir, menyampaikan beberapa rencana dari The Climate Reality Project Indonesia untuk mendukung film tersebut. Di Indonesia, untuk pemutaran film An Inconvenient Sequel: Truth to Power bekerja sama dengan sektor swasta, LSM, dan universitas.

"Ditargetkan dalam 6 bulan ke depan bisa menjangkau 10 ribu penonton di kota-kota besar di seluruh Indonesia”, ujar Kartini.

Manajer The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode menambahkan melalui rangkaian pemutaran itu diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk bertindak sesuai kemampuannya untuk mengendalikan perubahan iklim. Hal itu sebagai bagian dari komitmen terhadap pengendalian perubahan iklim. 

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up