JawaPos Radar | Iklan Jitu

Turki dan AS Tekan Saudi Atas Kasus Hilangnya Khashoggi

12 Oktober 2018, 15:10:59 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Khashoggi, Turki, AS, arab saudi,
Turki dan Amerika Serikat (AS) menekan Arab Saudi untuk menjelaskan bagaimana seorang wartawan Saudi Jamal Khashoggi, menghilang setelah memasuki konsulat Istanbul pekan lalu (AFP)
Share this

JawaPos.com - Turki dan Amerika Serikat (AS) menekan Arab Saudi untuk menjelaskan bagaimana seorang wartawan Saudi Jamal Khashoggi, menghilang setelah memasuki konsulat Istanbul pekan lalu. Anggota parlemen AS juga memeperingatkan bahwa hubungan militer akan terancam dengan adanya kasus ini.

Presiden AS Donald Trump memaksa untuk mendapatkan jawaban dari Saudi tetapi dia juga menolak seruan dari Kongres AS. Trump mengatakan dia tidak akan membahayakan penjualan senjata kepada sekutu dekatnya itu.

Khashoggi, seorang warga negara Saudi yang artikelnya mengkritik Putra Mahkota Mohammed Bin Salman, belum terlihat sejak 2 Oktober ketika dia pergi ke konsulat di Istanbul untuk mendapatkan dokumen resmi untuk pernikahannya yang akan datang.

Khashoggi, Turki, AS, arab saudi,
Presiden AS Donald Trump memaksa untuk mendapatkan jawaban dari Saudi tetapi dia juga menolak seruan dari Kongres AS. Trump mengatakan dia tidak akan membahayakan penjualan senjata kepada sekutu dekat (Samarew)

Para pejabat Turki mengatakan dia dibunuh, dilaporkan ada 15 orang tim pembunuh yang tiba di dua pesawat. Tetapi Riyadh bersikeras bahwa dia meninggalkan konsulat dengan aman.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dalam komentarnya tentang Khashoggi, menantang Saudi untuk membongkar gambar CCTV. "Apakah mungkin tidak ada sistem kamera di konsulat, di sebuah kedutaan?" kata Erdogan.

"Jika seekor burung terbang, atau seekor lalat atau nyamuk muncul, sistem akan menangkap ini; mereka (Arab Saudi) memiliki sistem paling mutakhir," katanya seperti dikutip di AFP pada Jumat, (12/10).

Konsulat mengatakan kamera CCTV tidak bekerja hari itu dan menolak klaim bahwa ada pembunuhan. Mereka mengatakan klaim itu tidak berdasar.

Pemerintah Turki telah mengatakan kepada pejabat AS bahwa ada sebuah rekaman audio dan video yang menunjukkan bagaimana Khashoggi diinterogasi, disiksa dan kemudian dibunuh di dalam konsulat sebelum tubuhnya dipotong-potong. Namun, belum ada laporan yang dapat diverifikasi, pejabat AS belum ingin mengomentari hal ini.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up