JawaPos Radar | Iklan Jitu

AS Perketat Ekspor Nuklir ke Tiongkok

12 Oktober 2018, 19:19:55 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
ekspor nuklir, as-tiongkok, perang dagang, nuklir,
merika Serikat (AS) menegaskan pihaknya akan semakin membatasi ekspor nuklir ke Tiongkok (BBC)
Share this

JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) menegaskan pihaknya akan semakin membatasi ekspor nuklir ke Tiongkok. Sebab, Presiden AS Donald Trump bersumpah akan terus melakukan perang dagang antar keduanya. Ia terang-terangan memperingatkan Tiongkok untuk tidak menganggap orang Amerika bodoh.

Kementerian Energi AS mengatakan, pihaknya akan mempersulit pengiriman teknologi nuklir ke Tiongkok. Hal ini disebabkan karena AS khawatir Tiongkok akan menyalahgunakannya untuk keuntungan ekonomi atau dialihkan ke penggunaan militer.

"AS tidak dapat mengabaikan implikasi keamanan nasional dari upaya Tiongkok untuk mendapatkan teknologi nuklir di luar proses yang telah ditetapkan dari kerja sama nuklir sipil AS-Tiongkok," kata Menteri Energi AS, Rick Perry dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP, Jumat, (12/10).

ekspor nuklir, as-tiongkok, perang dagang, nuklir,
Presiden AS Donald Trump bersumpah akan terus melakukan perang dagang antar keduanya. Ia terang-terangan memperingatkan Tiongkok untuk tidak menganggap orang Amerika bodoh (India Today)

Langkah seperti ini adalah yang terbaru dari AS untuk menekan Tiongkok. Pemerintahan Trump baru-baru ini menekan tarif USD 250 miliar pada barang-barang dari Asia.

Seorang pejabat mengatakan, AS masih mengizinkan ekspor nuklir sipil ke Tiongkok. Namun mereka akan mengawasinya dengan ketat.

Kementerian Energi AS menyatakan, pihaknya akan membuat penyangkalan di awal untuk lisensi baru yang terkait dengan China General Nuclear Power Corp (CGN), perusahaan milik negara.

Perusahaan itu didakwa tahun lalu bersama dengan warga negara AS yang dinaturalisasi atas tuduhan berkonspirasi untuk mengembangkan bahan nuklir yang sensitif dengan pengetahuan AS, tanpa melalui proses persetujuan yang diperlukan.

AS sudah dengan hati-hati meninjau ekspor nuklir melalui otorisasi yang disebut Bagian 810 Departemen Energi, yang memverifikasi apakah teknologi digunakan secara tepat dan tidak akan dikirim ke negara ketiga.

"Selama beberapa dekade Tiongkok telah mempertahankan strategi terpadu yang dijalankan pemerintah pusat untuk mendapatkan teknologi nuklir guna mendapatkan keuntungan ekonomi," kata seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya.

AS tahun lalu mengirimkan USD 170 juta dalam bentuk ekspor nuklir ke Tiongkok, menurut angka resmi. Sebuah laporan Departemen Perdagangan 2017 menempatkan Tiongkok sebagai pasar terbesar kedua untuk eksportir nuklir AS, kedua setelah Inggris.

"Kami memahami bahwa industri AS mungkin menderita dalam jangka pendek dari keputusan ini," kata pejabat itu.

"Namun, upaya Tiongkok untuk meniru dan menggantikan produk nuklir AS dapat menyebabkan kerugian permanen pasar global dan pekerjaan domestik dalam jangka panjang," katanya.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up