Bikin Kartun Serena Williams, Ilustrator Australia Diancam Dibunuh

12/09/2018, 17:09 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
The Herald Sun milik News Corp (NWSA.O) adalah yang pertama kali mempublikasikan kartun Williams, di sana Williams digambarkan dengan bibir dan lidah yang berlebihan serta rambut keriting yang naik dari atas kepalanya saat dia menginjak raket tenisnya (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Kekalahan kontroversial petenis Amerika Serikat (AS) Serena Williams atas petenis asal Jepang Naomi Osaka di final tunggal putri AS Open di New York belakangan ini jadi perbincangan. Williams terlihat emosi atas kekalahannya, foto yang beredar bahkan dijadikan kartun yang diterbitkan salah satu suratkabar Australia.

The Herald Sun milik News Corp (NWSA.O) adalah yang pertama kali mempublikasikan kartun Williams, di sana Williams digambarkan dengan bibir dan lidah yang berlebihan serta rambut keriting yang naik dari atas kepalanya saat dia menginjak raket tenisnya. Surat kabar tersebut terbit pada Senin (10/9).

Hal tersebut memicu dugaan adanya rasisme yang dibuat oleh ilustrator Mark Knight, namun The Herald Sun dan Knight menyangkal bahwa kartun tersebut mengandung rasisme.

Tak hanya Williams, Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un juga turut ada dalam laman depan surat kabar tersebut. Menurut mereka karikatur tersebut dibuat untuk menggambarkan upaya mengurangi kebebasan berbicara.

Di editorial yang diletakkan di laman depan juga tertulis, "Jika harus sensori dari Mark Knight mendapatkan cara mereka pada kartun Serena Williams, kehidupan baru kita secara politis akan sangat membosankan."

Selain itu, Editor Herald Sun Damon Johnston kemudian memberikan pembelaan dan membantah adanya rasisme atau seksisme dalam suratkabar tersebut melalui akun Twitternya, "Itu benar mengolok-olok perilaku buruk legenda tenis." seperti dilansir Reuters.

Namun, kartun itu masih mengundang perdebatan dan kritik luas khususnya di media sosial online, Knight mengatakan, ia mendapat ancaman pembunuhan dan ancaman untuk menghapus akun Twitter-nya sejak kartun itu diterbitkan. Williams didenda sebesar USD 17 ribu karena melakukan tiga pelanggaran kode saat pertadingan.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi