alexametrics
Laporan Langsung JawaPos.com dari Bern, Swiss

Melihat dari Dekat Tradisi Warga Bern Berenang di Sungai Aare

12 Juni 2022, 16:29:50 WIB

JawaPos.com – Berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss, bukan sekadar kegiatan di akhir pekan saja bagi penduduk lokal. Bagi warga ibu kota Swiss tersebut, berenang mengikuti arus sungai Aare sudah menjadi semacam tradisi yang dilestarikan dari generasi ke generasi. Bahkan, ada 2017, UNESCO menetapkan bahwa berenang di Sungai Aare masuk dalam daftar tradisi, yang merupakan bagian dari warisan budaya tak benda Swiss.

Di sungai ini, banyak masyarakat melakukan aktivitas berenang dan arung jeram. Bahkan rekor dunia tercipta pada 2012 untuk kegiatan arung jeram, ketika total 1.268 orang secara bersamaan mengarungi sungai tersebut dengan perahu karet, dari Kiesen ke Eichholz.

Kepopuleran berenang di Sungai Aare kemudian membuat tak hanya warga lokal yang doyan berenang di sungai dengan air berwarna biru tersebut. Banyak turis pun tertarik untuk menjajalnya.

Tradisi berenang di Sungai Aare semakin terlihat saat di musim panas seperti saat ini. Seperti terlihat pada akhir pekan ini, dari pantauan wartawan JawaPos.com yang meliput langsung ke Bern, banyak orang memadati sisi sungai Aare. Sebagian di antara mereka mandi sinar matahari. Sebagian lainnya nyemplung untuk berenang di Sungai Aare. Ada juga yang mengarungi aliran Sungai Aare menggunakan perahu karet.

Orang-orang yang masuk ke dalam Sungai Aare tampak sangat bahagia. Mereka tersenyum saat berenang, bahkan, sejumlah orang yang menaiki perahu tampak bersenang-senang dengan memaikan musik. ’’Ya, ini memang waktunya orang-orang keluar dan memadati Aare. Cuacanya sempurna unutk berenang,’’ ungkap Timo Stern, salah seorang warga Bern yang diwawancarai saat duduk di pinggi Sungai Aare.

Dia mengatakan, baru saja berenang bersama teman-temannya mengarungi aliran sungai Aare. Dia juga membenarkan bahwa berenang di Aare adalah tradisi bagi warga Bern. Bahkan, dia mengaku sudah mulai mengenal sungai Aare sejak masih berumur tujuh tahun. Saat itu ayahnya mengajaknya untuk mengarungi Aare dengan perahu karet. Baru saat remaja dia bersama teman-teman sebayanya berani nyemplung untuk berenang di sana.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Dinarsa Kurniawan

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads