alexametrics

WHO Pastikan Mutasi Virus Korona India Lebih Cepat Menular

AS Gunakan Pfizer untuk Vaksinasi Anak
12 Mei 2021, 14:18:57 WIB

JawaPos.com – Badan Kesehatan Dunia (WHO) resmi menggolongkan virus B.1.617 asal India sebagai variant of concern di tingkat global. Jenis tersebut lebih mudah menular dibandingkan varian lain yang pernah ada.

’’Ada beberapa informasi yang menunjukkan peningkatan penularan B.1.617. Karena itu, kami mengklasifikasikannya sebagai variant of concern di tingkat global,’’ tegas Maria Van Kerkhove, pimpinan WHO untuk masalah Covid-19. B.1.617 kini menyebar di sekitar 30 negara.

Kerkhove menjelaskan, penelitian awal menunjukkan bahwa virus tersebut lebih kuat sehingga antibodi memiliki dampak yang lebih kecil untuk melemahkannya dibanding varian lainnya. Meski begitu, saat ini masih terlalu dini untuk memutuskan bahwa ia kebal terhadap perlindungan vaksin. Berdasar data yang ada saat ini, vaksin Covid-19 masih efektif untuk mencegah dan juga mengurangi peluang kematian pada orang yang terinfeksi B.1.617. Namun, seberapa jauh efektivitasnya belum diketahui.

Kepala Peneliti WHO Soumya Swaminathan menjelaskan, saat ini vaksin, diagnosis, dan pengobatan yang dilakukan untuk virus biasa tetap berdampak pada varian asal India tersebut. Karena itu, orang-orang harus tetap diinjeksi vaksin Covid-19

Para pakar menilai, semakin luas virus itu menyebar, ia akan mendapatkan kondisi ideal untuk kembali bermutasi. Karena itu, upaya apa pun harus dilakukan untuk menekan angka penularan.

Badan Pangan dan Obat (FDA) AS telah memberikan lampu hijau untuk vaksinasi anak-anak usia 12–15 tahun. Yaitu, dengan menggunakan vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Harapannya, anak-anak tersebut lebih aman ketika pembelajaran tatap muka berlangsung.

Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan tim penasihatnya akan bertemu untuk membahas rekomendasi dari FDA itu. ’’Ini adalah perkembangan yang menjanjikan dalam perjuangan kami melawan virus,’’ ujar Presiden AS Joe Biden. Sekitar 115 juta penduduk AS saat ini sudah divaksinasi penuh dua dosis.

Di sisi lain, persentase vaksinasi bukan jaminan suatu negara tidak akan dilanda gelombang penularan lanjutan. Seychelles adalah contohnya. Ia adalah negara yang persentase vaksinasinya tertinggi di dunia. Sebanyak 62,2 persen populasi di negara tersebut sudah mendapatkan vaksin penuh.

Seychelles menggunakan dua vaksin. Yaitu, Sinopharm buatan Tiongkok dan Covishield, vaksin buatan India dengan lisensi AstraZeneca.

Pekan lalu, kasus Covid-19 aktif di negara tersebut naik dua kali lipat. Kasus harian rata-rata 300 orang. Dengan populasi yang hanya 100 ribu orang, angka itu termasuk tinggi. Kini Seychelles kembali memberlakukan lockdown.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c13/bay)

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads