alexametrics

Terkait Pandemi, Swedia Cabut Pembatasan, Korsel Kurangi Pasien ke RS

12 Februari 2022, 08:03:36 WIB

JawaPos.com – Cara lama tidak bisa lagi dipakai untuk mengatasi pandemi Covid-19. Penularan Omicron yang begitu cepat membuat banyak pihak kewalahan. Beberapa negara mulai mengambil kebijakan yang tidak biasa. Salah satunya dengan melonggarkan kebijakan dan memulai hidup normal seperti biasa meski kasus harian terus bertambah.

Swedia adalah salah satu contohnya. Rabu (9/2) negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Magdalena Andersson tersebut mencabut hampir seluruh pembatasan terkait Covid-19. Tidak ada lagi wajib masker dan jaga jarak. Mayoritas uji Covid-19 juga dihentikan. Itu sekaligus sebagai deklarasi bahwa pandemi di negara tersebut usai.

”Saya akan mengatakan ini sudah berakhir,” ujar Menteri Kesehatan Lena Hallengren seperti dikutip The Guardian. Hallengren menegaskan, pandemi memang belum benar-benar berakhir. Tapi, aturan yang menyertainya telah usai. ”Covid-19 tidak lagi diklasifikasikan sebagai hal yang berbahaya bagi masyarakat,” tambahnya.

Kini semua bar, restoran, dan sejenisnya bisa buka hingga tengah malam lagi. Sebelumnya dibatasi maksimal pukul 23.00. Tidak ada lagi pembatasan jumlah pelanggan dan tidak diperlukan lagi bukti vaksin untuk ke mana-mana.

Para pakar kesehatan menilai kebijakan itu terburu-buru. Sebab, saat ini sistem kesehatan masih tertekan. Ada sekitar 2.200 pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Jumlah tersebut hampir sama dengan gelombang ketiga yang terjadi pada musim semi 2021 lalu. Karena tes Covid-19 sudah dihentikan, kini tidak ada yang tahu penambahan jumlah kasus di Swedia.

”Kita seharusnya lebih sabar dan menunggu setidaknya beberapa pekan lagi. Kita cukup kaya untuk melakukan tes Covid-19. Penyakit ini masih jadi beban besar bagi masyarakat,” terang profesor virologi di Umea University Fredrik Elgh.

Tapi, pemerintah Swedia punya pendapat berbeda. Mereka menegaskan bahwa uji Covid-19 skala besar terlalu mahal. Mereka menghabiskan sekitar SEK 500 juta (Rp 774,5 miliar) per pekan selama 5 pekan pertama tahun ini. Jika dihitung sejak pandemi, dana yang dikucurkan mencapai SEK 24 miliar (Rp 37,16 triliun) untuk tes saja.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c13/bay)

Saksikan video menarik berikut ini: