JawaPos Radar | Iklan Jitu

Seorang Pembawa Berita Mengaku Tak Cuci Tangan Selama 10 Tahun

12 Februari 2019, 11:09:15 WIB
cuci tangan, kumat, pembawa berita,
Seorang pembawa berita dari Fox News, Pete Hegseth menyatakan, ia tak mencuci tangannya selama 10 tahun. Menurutnya, kuman bukanlah hal yang nyata sebab kuman tak bisa dilihat dengan mata (Sky News)
Share this

JawaPos.com - Seorang pembawa berita dari Fox News, Pete Hegseth menyatakan, ia tak mencuci tangannya selama 10 tahun. Menurutnya, kuman bukanlah hal yang nyata sebab kuman tak bisa dilihat dengan mata. 

Berbicara di Fox and Friends, Hegseth mengatakan, mikroorganisme yang menular tidak ada karena mereka tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pengakuannya datang setelah temannya Ed Henry dan Jedediah Bila mengolok-oloknya karena makan pizza sisa.

cuci tangan, kumat, pembawa berita,
Hegseth mengatakan, mikroorganisme yang menular tidak ada karena mereka tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (PIxabay)

Lalu Hegseth mengatakan kepada USA Today, kalau sesungguhnya pernyataanya hanyalah sebuah lelucon. Ia mengaku menjaga dirinya namun tak terobsesi untuk menjaga kebersihan hingga gila-gilaan.

"Kami hidup dalam masyarakat di mana orang-orang berjalan-jalan dengan botol-botol Purell (pembersih tangan) di saku mereka, dan mereka membersihkan 19.000 kali sehari seolah-olah itu akan menyelamatkan hidup mereka," katanya dilansir dari BBC.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang berbasis di AS mengatakan, mencuci tangan secara teratur adalah salah satu cara terbaik untuk menghilangkan kuman, menghindari sakit, dan mencegah penyebaran kuman ke orang lain.

Menurut sebuah studi ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Informasi Bioteknologi Nasional AS, satu gram feses manusia, dapat berisi satu triliun kuman. Bakteri yang dapat disebarkan oleh tangan yang tidak dicuci adalah bakter salmonella dan E coli.

Dalam bukunya The Art of the Comeback, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bagaimana dia merupakan maniak dalam urusan cuci tangan. Sebab dalam pandangannya, salah satu kutukan peradaban AS adalah berjabat tangan. Apalagi jika sosok itu sangat terkenal dan sukses.

"Aku merasa jauh lebih baik setelah aku mencuci tangan, yang aku lakukan sebisa mungkin," katanya.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Verryana Novita Ningrum

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up