alexametrics

Polusi di Tiongkok Naik 16 Persen

12 Februari 2019, 16:14:10 WIB

JawaPos.com – Polusi udara pada Januari di 39 kota besar di Tiongkok Utara naik 16 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan  melonjaknya kegiatan industri sehingga sulit bagi mereka untuk memenuhi target emisi musim dingin. Dilansir dari South China Morning Post, konsentrasi rata-rata dari partikel kecil berbahaya yang dikenal sebagai PM 2.5 di dua zona kontrol emisi utama Tiongkok naik menjadi 114 mikrogram per meter kubik.

“Alasan kenaikan level PM 2.5 tidak sulit untuk diidentifikasi,” kata Lauri Myllyvirta, seorang analis energi Green Peace. Dia mengatakan, produksi baja, tenaga termal, dan semen melonjak di seluruh wilayah pada kuartal terakhir tahun 2018.

“Pengalihdayaan output industri yang berlangsung musim dingin lalu agar Beijing mencapai target kualitas udaranya pada musim dingin ini, mendorong tingkat polusi udara naik di kawasan itu sementara bagian lain negara itu telah meningkat.”

polusi, tiongkok, polusi udara,
Performa terburuk selama sebulan adalah kota batu bara Linfen di Provinsi Shanxi, yang memperlihatkan tingkat PM 2,5 rata-rata 174 mcg, naik 23 persen dari tahun sebelumnya (Reuters)

Performa terburuk selama sebulan adalah kota batu bara Linfen di Provinsi Shanxi, yang memperlihatkan tingkat PM 2,5 rata-rata 174 mcg, naik 23 persen dari tahun sebelumnya. Shijiazhuang, Ibu Kota Provinsi Hebei, wilayah pembuatan baja terbesar di Tiongkok, juga mengalami peningkatan emisi 30 persen menjadi 144 mcg.

Standar kualitas udara resmi Tiongkok adalah 35 mcg. Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan rata-rata tahunan tidak lebih dari 10 mcg.

Selama tiga bulan dimulai pada bulan November, ketika sistem pemanas berbahan bakar batubara dinyalakan di seluruh Tiongkok Utara, rata-rata PM2.5 di 39 kota mencapai 93.5mcg, naik 12 persen pada tahun tersebut.

Kementerian Lingkungan Tiongkok tidak menanggapi permintaan komentar. Namun pejabat senior Liu Bingjiang bulan lalu mengatakan, pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh atas segala kegagalan, terlepas dari cuaca.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Polusi di Tiongkok Naik 16 Persen