JawaPos Radar | Iklan Jitu

Korsel Mau Naikkan Kontribusi Finansial Biayai Pasukan AS

12 Februari 2019, 19:14:47 WIB
korsel, kontribusi finansial, pasukan as,
Harapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkabul. Korea Selatan (Korsel) bersedia menambah kontribusi finansial untuk membiayai penempatan pasukan Negeri Paman Sam di negaranya (Reuters)
Share this

JawaPos.com – Harapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkabul. Korea Selatan (Korsel) bersedia menambah kontribusi finansial untuk membiayai penempatan pasukan Negeri Paman Sam di negaranya. Kemarin (10/2) petinggi dua negara sudah menandatangani kesepakatan. Kini tinggal menunggu restu parlemen Korsel.

”Prosesnya panjang, tapi akhirnya sukses,” ujar Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung Wha kepada Reuters. Dalam kesepakatan baru itu, Korsel setuju berkontribusi sebesar 1,03 triliun won (KRW) atau setara dengan Rp 12,79 triliun. Tahun lalu Seoul hanya membayar KRW 960 miliar atau Rp 11,9 triliun.

Sebelumnya, kesepakatan serupa berlaku selama lima tahun. Mulai sekarang, kesepakatan tersebut hanya berlaku satu tahun. Karena itu, dalam beberapa bulan ke depan dua pihak akan kembali berunding. Mereka harus membahas lagi nominal kontribusi finansial untuk tahun berikutnya.

Penasihat Senior Departemen Luar Negeri AS Timothy Betts menyatakan, besaran kontribusi finansial Korsel itu melambangkan peran Korsel yang kecil tapi penting. ”Pemerintah AS menyadari bahwa Korsel melakukan banyak hal untuk aliansi kami. Juga, perdamaian dan stabilitas di wilayah ini,” tegas Betts.

Pembicaraan soal besaran kontribusi Korsel itu berlangsung sejak Maret lalu. Setidaknya, AS dan Korsel sudah bertemu 10 kali. Kepada CBS News, Trump mengatakan bahwa kesepakatan tak kunjung dicapai karena Korsel enggan menambah sumbangan. Padahal, biaya penempatan pasukan AS di Korsel sangat mahal.

Saat ini ada sekitar 28.500 tentara AS di Korsel. AS menempatkan pasukannya di negeri yang dipimpin Presiden Moon Jae-in itu sejak Perang Korea pada 1950–1953. Mereka melindungi Korsel dari kemungkinan serangan Korut.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (sha/c11/hep)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up