JawaPos Radar | Iklan Jitu

Promosikan Myanmar Tanpa Pedulikan Rohingya, CEO Twitter Dikecam

11 Desember 2018, 13:20:24 WIB
rohingya, aung san suu kyi, myanmar, as, jack dorsey,
CEO Twitter Jack Dorsey dikritik secara luas karena mendorong 4,12 juta pengikutnya untuk mengunjungi Myanmar, tanpa menyebutkan kekejaman yang dilakukan militer Myanmar yang melakukan pemusnahan Muslim Rohingya (Reuters)
Share this

JawaPos.com - CEO Twitter Jack Dorsey dikritik secara luas karena mendorong 4,12 juta pengikutnya untuk mengunjungi Myanmar, tanpa menyebutkan kekejaman yang dilakukan militer Myanmar yang melakukan pemusnahan Muslim Rohingya.

Dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (11/12), dalam cuitan panjangnya di Twitter, Dorsey, 42 tahun, menjelaskan secara rinci pengalamannya pada retret meditasi diam-diam di Pyin Oo Lwin, sebuah kota di Myanmar Utara.  Kemudian ia merekomendasikan para pengikutnya untuk mengunjungi Myanmar tanpa menyebutkan masalah Rohingya.

"Myanmar adalah negara yang benar-benar indah. Orang-orang penuh sukacita dan makanannya luar biasa," kata Dorsey dalam unggahannya di Twitter. 

rohingya, aung san suu kyi, myanmar, as, jack dorsey,
Dorsey menyebut Myanmar adalah negara yang benar-benar indah. Orang-orang penuh sukacita dan makanannya luar biasa (Anadolu Agency)

Sayangnya, Dorsey tidak mempertimbangkan kekejaman Myanmar terhadap Rohingya. Lebih dari 730.000 orang Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine Myanmar pada tahun 2017. 

Komentar Dorsey memprovokasi reaksi para pengguna Twitter. Mereka yang menuduh bos Silicone Valley tak peduli terhadap penderitaan Rohingya dan menelurkan hashtag #JackIgnoresGenocide.

"Saya bukan ahli dalam meditasi, tetapi apakah itu seharusnya membuat Anda begitu terobsesi pada diri sendiri sehingga Anda lupa menyebutkan bahwa Anda berada di negara di mana militer telah melakukan pembunuhan masal dan perkosaan masal, memaksa ratusan ribu orang melarikan diri dalam satu bencana kemanusiaan terbesar saat ini? ", kata Direktur Media Eropa Human Rights Watch Andrew Stroehlein, menanggapi Dorsey di Twitter.

Ini adalah kedua kalinya Dorsey mengundang kontroversial dalam media sosial dalam beberapa bulan. Pada bulan November, foto dirinya dengan plakat mengatakan, ia akan menghancurkan patriarki Brahmana, mengacu pada kasta Hindu tertinggi, menjadi viral.

Twitter kemudian meminta maaf atas foto tersebut, yang diambil selama perjalanan ke India dan diunggah oleh seorang jurnalis yang ditemui Dorsey selama kunjungannya. Dorsey juga tidak menanggapi kritik publik atas kunjungannya ke Myanmar.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up