JawaPos Radar | Iklan Jitu

Malaysia akan Batasi Ekspor Telur

11 Desember 2018, 14:24:26 WIB
telur, ekspor telur, malaysia,
Malaysia sedang mempertimbangkan untuk membatasi atau menghentikan ekspor telur untuk memastikan ada cukup pasokan untuk pasar domestik (AFP)
Share this

JawaPos.com - Malaysia sedang mempertimbangkan untuk membatasi atau menghentikan ekspor telur untuk memastikan ada cukup pasokan untuk pasar domestik. Hal ini dikatakan oleh Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen Saifuddin Nasution Ismail mengatakan pada Senin (10/12).

Berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan bulanan Departemen Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen, Saifuddin mengatakan, mereka juga akan menyelidiki jika ada unsur-unsur kegiatan kartel yang menyebabkan harga telur meningkat secara konsisten setiap minggu selama beberapa bulan terakhir.

"Aksi ini bisa diambil di bawah Undang-Undang Persaingan untuk kegiatan kartel seperti penetapan harga, pembagian wilayah dan upaya bersama oleh produsen dan pedagang besar untuk membatasi produksi," ujarnya dilansir dari Channel News Asia pada Selasa (11/12).

telur, ekspor telur, malaysia,
Saifuddin menjelaskan, kementerian telah menerima banyak keluhan dari konsumen termasuk di Penang, Sarawak dan Putrajaya tentang kenaikan harga telur terutama pada pertengahan November (DNA India)

Saifuddin menjelaskan, kementerian telah menerima banyak keluhan dari konsumen termasuk di Penang, Sarawak dan Putrajaya tentang kenaikan harga telur terutama pada pertengahan November.

“Pada minggu pertama bulan November, harga telur grade A di Putrajaya meningkat dari RM3.98 atau Rp 13.000 (10 telur) menjadi RM5.11 atau Rp 17.800. Pada minggu ketiga, harganya turun menjadi RM 4.04 atau Rp 14.000. Setelah itu tetap sekitar RM 4 atau Rp 13.900," katanya.

Saifuddin mengatakan, di antara alasan yang diberikan oleh produsen dan pedagang besar adalah cuaca, nilai ringgit, tingginya biaya pakan ayam dan peningkatan biaya utilitas ayam petelur.

Saifuddin menambahkan, kementerian telah melakukan pemeriksaan pada tahap produksi, distribusi dan grosir di seluruh negeri sejak 7 Desember untuk mencari tahu penyebab kenaikan harga.

"Jika para pedagang sengaja meningkatkan harga telur untuk menghasilkan keuntungan yang terlalu tinggi, kementerian tidak akan ragu untuk mengambil tindakan di bawah Pengendalian Harga dan Anti-Profiteering Act 2011," katanya.

Kementerian juga akan mengadakan pembicaraan dengan Komisi Persaingan Malaysia dan Departemen Layanan Kedokteran Hewan untuk menentukan langkah-langkah efektif untuk mengatasi kenaikan harga, termasuk faktor cuaca dan penyakit.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini