JawaPos Radar | Iklan Jitu

14 Tahun Berlalu, Misteri Masih Selimuti Kematian Pengantin Thailand

11 Desember 2018, 12:11:54 WIB
pangantin thailand, misteri, inggris,
Lokasi penemuan jasad pengantin Thailand (BBC)
Share this

JawaPos.com - Beberapa saat setelah Richard Hill dan teman-temannya berpose di sebuah gunung di Inggris, mereka menemukan mayat perempuan di sungai. Lebih dari 14 tahun kemudian, polisi tetap bingung dengan identitas perempuan yang dibuang di Yorkshire Dales itu.

Hasil forensik pun akhirnya memberikan petunjuk, memberi titik terang tentang tahun-tahun terakhir hidupnya.

Ketika itu Hill dan empat orang temannya berangkat dari Desa Horton di Ribblesdale. Mereka menuju pegunungan terkenal di Yorkshire. Setelah mencapai puncak yang terkecil, mereka terpaksa kembali ke tanah datar karena angin dan hujan.

pangantin thailand, misteri, inggris,
Ini adalah kisah yang sangat menyedihkan. Semua orang di desa sangat kesal memikirkan wanita muda ini yang ditinggalkan sendirian (Donegal Daily)

Lalu mereka mengambil jalan memutar sepanjang Jalan Pennine dan memutuskan untuk berhenti di dekat gua yang dikenal sebagai Sell Gill Holes. Beberapa menit setelahnya, Walker Peter Goodhew melihat jasad seorang wanita setengah telanjang di sungai, bergelung di sekitar bebatuan.

"Kami sedang melihat-lihat, mengintip ke bawah gua, dan kemudian saya melirik ke kiri saya dan pada awalnya saya pikir itu adalah manekin," katanya dilansir dari BBC. "Tapi ketika aku mencoba mendekat, kuku-kuku yang hilang itu mengejutkanku. Aku sadar kalau itu adalah mayat."

"Dia berteriak, ada mayat," kata Hill menceritakan reaksi Peter. Banyak pertanyaan mengenai jasad perempuan itu, namun polisi Yorkshire Utara sejauh ini gagal menjawab dua pertanyaan paling penting, siapa wanita ini dan bagaimana dia meninggal?

Menurut pemeriksaan, perempuan ini memiliki tinggi badan 149 cm dan berat badan 63 kg. Dia diyakini berusia antara 25 hingga 35 tahun, rambutnya sebahu, kulitnya coklat gelap.

Perempuan itu diyakini berasal dari Asia Tenggara. Sejauh ini, dia bisa saja dari Thailand, Filipina, Laos, Vietnam, atau Indonesia.

Tetapi, tidak ada yang mengakui jasad perempuan itu, tak ada yang datang maupun membuat laporan kehilangan. Sedih karena kurangnya perhatian terhadap jasad misterius itu, dewan paroki setempat mengatur pemakaman yang dihadiri lebih dari 40 orang. Dia dimakamkan di sebuah tempat di pemakaman desa.

"Ini adalah kisah yang sangat menyedihkan. Semua orang di desa sangat kesal memikirkan wanita muda ini yang ditinggalkan sendirian," kata Sheila Millman, yang merupakan ketua dewan pada saat itu.

Ahli patologi menyimpulkan bahwa dia telah mati antara satu dan tiga minggu tetapi tidak ada tanda-tanda trauma besar, seperti ditembak atau dipukul. Mereka tidak dapat menentukan bagaimana dia meninggal.

Fakta bahwa ia ditemukan hanya mengenakan kaus kaki, sepasang jeans Marks & Spencer berwarna hijau, dan bra dengan kaitan yang rusak menggantung di lengan kirinya. Dia mungkin tersesat dan mati karena hipotermia. Kurangnya pakaian yang dijelaskan oleh kasus menanggalkan pakaian secara paradoks, bisa saja seseorang yang mati kedinginan berilusi seolah mereka terbakar.

Akhirnya orang-orang menyebut kasus tersebut sebagai kematian misterius pengantin Thailand. "Mungkin perempuan itu pengantin Thailand," kata pemimpin investigasi pensiunan Det Ch Insp Adam Harland.

"Istilah pengantin Thailand tidak selalu berarti perempuan itu berasal dari Thailand. Artinya perempuan itu telah menjalin hubungan dengan pria kulit putih dan tinggal di Inggris pada akhir 1990-an atau awal 2000-an," jelas Harland.

Harland dan timnya percaya bahwa perempuan itu tinggal di komunitas pedesaan di Lancashire Utara atau Cumbria Selatan dan dibunuh oleh pasangannya, lalu dibuang di luar. Sungai tempat dia ditemukan berada satu mil dari jalan utama dan beberapa dari kota terdekat Settle.

"Kemungkinan besar dia sudah mati saat di rumahnya. Mereka harus segera menyingkirkannya dan mereka membawanya ke sini, melewati bukit  dan menjauhkannya dari pandangan."

"Kami tidak memiliki banyak kasus yang belum terpecahkan. Ini bukan yang mudah dipecahkan, tetapi bisa dipecahkan," kata Harland.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up