JawaPos Radar | Iklan Jitu

2 Muslim Masuk Kongres AS, Tanda Penolakan Kebijakan Anti-Migran

11 November 2018, 09:43:47 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
politikus, muslim, AS, amerika, trump,
Di Minnesota, Ilhan Omar mengalahkan Jennifer Zielinski dari Partai Republik, dan Omar menggantikan Keith Ellison (PJ Media)
Share this

JawaPos.com - Pemilu Sela Amerika Serikat (AS) menjadi momen bersejarah bagi perempuan Muslim dalam politik AS. Dua perempuan Muslim memenangkan suara di House of Representative atau DPR, mewakili Partai Demokrat.

Rashida Tlaib terpilih di Michigan, untuk menggantikan John Conyers, yang mengundurkan diri setelah menghadapi tuduhan pelecehan seksual. Di Minnesota, Ilhan Omar mengalahkan Jennifer Zielinski dari Partai Republik, dan Omar menggantikan Keith Ellison.

Setelah kemenangannya, Omar mengucapkan selamat kepada Tlaib di Twitter. Dia menunjukkan solidaritasnya kepada saudara perempuan dan kegembiraannya untuk sama-sama melayani di Kongres.

politikus, muslim, AS, amerika, trump,
Rashida Tlaib terpilih di Michigan, untuk menggantikan John Conyers, yang mengundurkan diri setelah menghadapi tuduhan pelecehan seksual (AP)

Tidak ada kemenangan yang mengejutkan, sebab keduanya terpilih di distrik yang cenderung mendukung Partai Demokrat. Namun, kemenangan mereka tetap terlihat sebagai penolakan terhadap sentimen antiimigran di era Presiden AS Donald Trump.

"Ini sangat menginspirasi, melihat perempuan Muslim Amerika pertama yang terpilih untuk Kongres AS hanya dua tahun setelah pemerintah memutuskan untuk melarang Muslim masuk AS," kata Direktur Eksekutif Kelompok Advokasi Asia Selatan Amerika dilansir dari VOX.

"Saya pikir itu adalah pesan penolakan yang sangat kuat terhadap politik perpecahan daripada politik inklusi," tambahnya.

Dia menekankan pentingnya latar belakang perempuan tidak hanya sebagai Muslim, tetapi juga sebagai orang-orang dengan latar belakang imigran dan pengungsi. Tlaib adalah anak imigran Palestina, sementara Omar datang ke AS lebih dari 20 tahun yang lalu sebagai pengungsi dari Somalia.

Keduanya telah membuat kebijakan proimigran menjadi pokok dari platform mereka dan telah menjadi kritikus yang vokal terhadap pemerintahan Trump.

Kemenangan Tlaib dan Omar, harus dilihat sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Perempuan progresif dan anggota kelompok minoritas maju ke Kongres AS untuk memerangi kebijakan antimigran Trump.

Sementara itu, beberapa pengamat memperingatkan agar tidak memandang Tlaib dan Omar semata-mata pada identitas mereka sebagai perempuan Muslim. Seperti yang dikatakan oleh Imam Dawud Walid, orang-orang fokus pada identitas calon Muslim daripada berfokus pada proposal kebijakan mereka.

"Sangat penting untuk memiliki demokrasi yang benar-benar mewakili dan mencerminkan orang-orang yang hidup di negara ini," kata Walid.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up