alexametrics

Turki Lanjutkan Operasi Militer

11 Oktober 2019, 16:24:48 WIB

JawaPos.com – Pertempuran antara tentara Turki dan Syrian Democratic Force (SDF) berlanjut pada hari kedua. Negara bekas Kesultanan Ottoman itu terus membombardir wilayah timur laut Syria sambil perlahan bergerak ke selatan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa tentara Turki bersama Free Syrian Army terus berusaha membebaskan desa-desa di dekat perbatasan dari ancaman teroris. Menurut dia, pihaknya sudah membunuh 109 “teroris” pada hari pertama operasi Peace Spring. Dia menambahkan, tak lama lagi dirinya bisa menjangkau perbatasan sepanjang 350 kilometer.

“Insya Allah, kami akan menghancurkan kepala ular-ular tersebut secepatnya,” ungkapnya kepada Agence France-Presse.

Erdogan meminta dunia agar tidak khawatir terhadap aksi yang dilakukan selama dua hari terakhir. Dia menuturkan, prediksi yang menyatakan bahwa ISIS bakal bangkit lagi jika Turki melakukan operasi militer tidak tepat. Dia memastikan bahwa tahanan ISIS bakal diambil alih. Selanjutnya, 70 ribu simpatisan ISIS di kamp SDF bakal direhabilitasi.

“Wahai Uni Eropa, jawaban kami sederhana jika kalian tetap melabeli operasi kami sebagai invasi. Kami tinggal membuka pintu dan mengirim 3,6 juta imigran ke negara kalian,” ungkap pria berusia 65 tahun itu.

Sejak awal, Turki terus menegaskan bahwa operasi yang dilakukan bukanlah serbuan militer. Mereka hanya mengamankan daerah agar 3,6 juta pengungsi Syria yang sudah lama terlunta-lunta di Turki bisa kembali. Menurut mereka, pengungsi tak mau kembali karena takut de ngan ekstremis.

CARI SELAMAT: Warga Ras al Ayn, Syria, mengungsi pada Rabu (9/10). (AP PHOTO)

Yang dimaksud ekstremis bukan hanya ISIS. Daftar teroris Turki termasuk kelompok militan Kurdi seperti YPG. Di mata mereka, YPG yang menjadi pasukan utama SDF merupakan kepanjangan PKK alias Kurdistan Workers’ Party yang sudah lama berstatus pemberontak.

Masalahnya, dunia tahu bahwa SDF merupakan pemeran utama dalam perang melawan ISIS. Mereka merupakan satu-satunya pa sukan yang berhasil menahan ekspansi ISIS di Syria. Mereka juga sekutu satu-satu nya AS da lam memburu ISIS sampai markas terakhir.

“Situasi ini bisa mengakibatkan keamanan Syria yang baru dicapai kembali hancur,” ujar Jenderal Joseph L. Votel. Beberapa bulan lalu dialah kepala komando pasukan AS melawan ISIS.

Memang, keadaan di Syria belum bisa dipastikan. Berbagai klaim ber beda keluar dari beberapa pihak. LSM Observatory menyatakan bahwa ada 19 petarung SDF dan delapan warga sipil yang terbunuh. Selanjutnya, Jubir SDF Mustafa Bali menyebut jumlah korban yang lebih sedikit. Yakni, tiga petarung SDF lima warga sipil.

Apa Dampak Serangan Turki?
– 758 ribu warga yang tinggal di wilayah tersebut terancam ikut menjadi korban perang. Sampai sekarang mereka masih membutuhkan bantuan kemanusiaan.
– 10 ribu tahanan perang ISIS bakal lolos dari penguasaan SDF. Dua ribu di antaranya adalah tentara asing.
– Nasib 70 ribu simpatisan ISIS, sebagian besar perempuan dan anak, dalam kamp pengawasan bakal kian terbengkalai.
– Jika AS benar mencabut semua kekuatan militer, Iran dan Rusia bisa bebas beraksi di Syria dengan dukungan Rezim Assad.

Sumber: Center for Strategic and International Studies

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c22/dos)



Close Ads