JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bela Palestina Mahasiswi AS Ditangkap di Tel Aviv

11 Oktober 2018, 18:55:23 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
palestina, AS, israel, tel aviv,
Lara Alqasem dari Fort Lauderdale, Florida, sudah seminggu ditahan, meski Israel mengatakan ia bebas untuk pulang kapan saja (The Jerusalem Post)
Share this

JawaPos.com - Israel membela perlakuan terhadap Lara Alqasem, mahasiswi Amerika Serikat yang ditahan di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv karena dicurigai mendukung gerakan Palestina memboikot Israel. Lara Alqasem dari Fort Lauderdale, Florida, sudah seminggu ditahan, meski Israel mengatakan ia bebas untuk pulang kapan saja.

Kasus ini telah memicu perdebatan di Israel. Apakah nilai-nilai demokrasi telah dikompromikan oleh undang-undang 2017 yang melarang masuknya orang asing yang secara terbuka mendukung boikot anti-Israel.

Perempuan berusia 22 tahun itu diterima dalam program pascasarjana di Universitas Ibrani Yerusalem. Visa pelajarnya dikeluarkan oleh konsulat Israel di Miami.

palestina, AS, israel, tel aviv,
Kegiatannya, kata Pemerintah Israel, termasuk kampanye untuk memboikot produk Sabra hummus yang dibuat dan dijual di Amerika Serikat (The Jerusalem Post)

Tetapi setibanya di bandara internasional Tel Aviv minggu lalu, dia ditolak masuk oleh pejabat yang menyebut perannya sebagai ketua dari sebuah cabang lokal untuk Mahasiswa Keadilan di Palestina di University of Florida.

Kegiatannya, kata Pemerintah Israel, termasuk kampanye untuk memboikot produk Sabra hummus yang dibuat dan dijual di Amerika Serikat oleh sebuah perusahaan yang sebagian dimiliki oleh sebuah perusahaan di Israel.

Alqasem, yang merupakan keturunan Palestina, telah ditahan di fasilitas penahanan di bandara. Ia mengajukan banding ke Pengadilan Distrik Tel Aviv terhadap rencana untuk mendeportasi dirinya. Namun, ia tidak pernah berbicara kepada wartawan.

Pemerintah berpendapat bahwa kelompok-kelompok seperti gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) yang ingin mengisolasi Israel atas pendudukannya atas wilayah Palestina adalah ditujukan untuk penghancuran.

Menteri Kabinet Israel Gilad Erdan menampik kritikan media Amerika dan lainnya, Rabu, dengan mengatakan tidak ada yang dapat memberitahu Israel untuk mengubah ideologinya.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up