JawaPos Radar

Sebelum Jokowi, Barrack Obama Pernah Beri Kuliah Umum di HUFS

11/09/2018, 20:57 WIB | Editor: Ilham Safutra
Sebelum Jokowi, Barrack Obama Pernah Beri Kuliah Umum di HUFS
Presiden Jokowi saat memberikan kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies, Seol. (Laily Rachev SETPRES)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Jokowi baru saja melakukan lawatan ke Korea Selatan (Korsel). Di sana di menyampatkan diri memberikan kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul.

Ada yang menarik dari Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), perguruan tinggi itu selama ini sering dikunjungi kepala negara. Bahkan sebelum Jokowi ada sejumlah presiden yang sudah mampir ke kampus tersebut.

"Pak Jokowi merupakan kepala negara ke-18 yang berkunjung dan memberikan kuliah umum di sini (HUFS, red). Empat tahun lalu berkunjung Presiden Barrack Obama," sebut Ivan Adilla, salah seorang Visiting Professor di Hankuk University of Foreign Studies kepada JawaPos.com, Selasa (10/9).

Sebelum Jokowi, Barrack Obama Pernah Beri Kuliah Umum di HUFS
Ivan Adilla (dua dari kiri) saat mengikuti kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies, Seol dengan pembicaranya Presiden Jokowi. (Facebook/Ivan Adilla)

Ketika Jokowi memberikan kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies, Ivan Adilla pun turut hadir. Selain itu, kuliah umum tersebut dihadiri oleh rektor, pejabat fakultas dan jurusan, beberapa professor, dan alumni jurusan Penerjemahan dan Interpretasi Bahasa Melayu-Indonesia.

Lebih jauh Ivan mengatakan, selama di HUFS, Jokowi tampil dengan santai. Beberapa kali juga diselingi guyon, baik saat presentasi maupun saat tanya jawab. Atas sikap seorang presiden seperti itu pendengar senang sekali karena sikap egaliter sang presiden.

Selesai kuliah umum, rektor HUFS menghadiahkan jaket almamater untuk Jokowi. Lantas Jokowi mencopot jas dan jaket itu langsung dipakai. "Itu adalah jaket almamater warna putih yang biasa dipakai mahasiswa saat musim panas seperti sekarang," tandas Ivan yang juga tercatat sebagai dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand), Padang itu.

Sementara itu dalam paparan pidato kuliah umumnya, Jokowi memberikan tips agar bisa menjadi pemimpin yang baik.

Disebutkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, ada tiga hal penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. "Tiga hal ini penting sekali, kejujuran, keberanian, kemudian kerja keras," ujar Jokowi, Selasa (11/9).

Kejujuran dan integritas sangat penting. Dengan integritas yang baik, rakyat akan percaya kepada pemimpinnya. Sementara keberanian diperlukan terutama dalam pengambilan keputusan karena setiap keputusan mengandung risiko.

"Kemudian kerja keras. Kalau kita melakukan sesuatu tanpa sebuah kerja yang betul-betul habis-habisan dan saya itu mengalami dari mulai nol, di tempat paling bawah menuju ke tangga-tangga berikutnya, kerja keras merupakan salah satu hal yang harus kita miliki," terangnya.

(iil/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up