Restoran ini Ditutup Setelah Ibu Hamil Temukan Tikus dalam Supnya

11/09/2018, 11:22 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Penampakan tikus mati di dalam sop yang ada di mangku hotpot. (Screenshot via SCMP)
Share this image

JawaPos.com - Sebuah restoran di Tiongkok bagian timur terpaksa ditutup. Itu lantaran setelah seorang perempuan hamil menemukan seekor tikus mati dalam sup hot pot-nya.

Dilansir dari South China Morning Post pada Senin (10/9), pihak berwenang di Weifang, Provinsi Shandong, telah menangguhkan cabang dari restoran hot pot populer Xiabu Xiabu itu karena alasan keamanan pangan.

Seorang pria dari Weifang bermarga Ma mengatakan, saat itu dia dan keluarganya sedang makan di restoran pada Kamis malam. Setelah beberapa gigitan, istrinya menemukan seekor tikus mati di dalam sup.

Ma pun kemudian memanggil staf restoran untuk menanyakan soal sup yang ada tikus mati itu karena khawatir akan kesehatan janin bayi yang dikandung istrinya.

Ma mengatakan, restoran itu telah menawarkan kompensasi 5.000 yuan. Jumlah itu merupakan hasil negosiasi setelah istrinya menyelesaikan pemeriksaan rumah sakit untuk memeriksa apakah ada efek dari sup tikus terhadap jabang bayinya.

Pada Minggu, Biro Pengawasan Pasar distrik Kuiwen, Weifang, mengonfirmasi pada akun resmi WeChat bahwa mereka telah menerima keluhan tentang tikus dalam sup hot pot pada Jumat.

Namun, pemeriksaan langsung terhadap restoran tidak menemukan jejak tikus, tetapi para pejabat menemukan rendaman air di tempat pengolahan makanan dan beberapa pemasok sayurannya tidak memenuhi standar. Biro tersebut lantas menutup sementara restoran untuk memperbaiki prosedurnya.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam, manajemen resto mengatakan, pihaknya selalu memberi penekanan besar pada keamanan pangan dan akan melakukan perbaikan.

Xiabu Xiabu, yang dibuka pada tahun 1998, terdaftar di pasar Hongkong pada 2014 dan telah memiliki 759 toko di Tiongkok, mayoritas berada di Beijing, Shanghai, Tianjin, dan provinsi lainnya.

Jaringan hot pot populer Xiaolongkan, yang memiliki lebih dari 700 gerai di Tiongkok, ditambah tiga di Singapura, Selandia Baru, dan Australia. Beberapa ditutup karena kedapatan menggunakan kembali minyak goreng serta sisa makanan dari meja.

(ina/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi