JawaPos Radar

Pria Jepang Mutilasi 9 Orang di Flatnya

11/09/2018, 12:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
pria jepang mutilasi 9 orang,
Seorang pria bernama Takahiro Shiraishi didakwa atas tuduhan membunuh dan memutilasi sembilan orang di flatnya di Tokyo pada 2017. Pada Senin (10/9), jaksa penuntut umum memutuskan dia dapat dimintai pertanggungjawaban pidana (Global Citizen)
Share this image

JawaPos.com - Seorang pria bernama Takahiro Shiraishi didakwa atas tuduhan membunuh dan memutilasi sembilan orang di flatnya di Tokyo pada 2017. Pada Senin (10/9), jaksa penuntut umum memutuskan dia dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Hasil tes kejiwaannya didapatkan setelah sekitar lima bulan ia melakukan tes.

Shiraishi, 27 tahun, telah mengakui kejahatan tersebut. Dia diyakini telah mendekati orang-orang yang menyatakan pikiran ingin bunuh diri di internet dan memikat mereka ke flatnya di Zama, Prefektur Kanagawa.

Menurut surat dakwaan, Shiraishi membunuh dan memotong-motong delapan wanita dan satu pria, berusia 15 hingga 26 tahun, dari Agustus hingga Oktober tahun lalu. Mayat mereka ditemukan di dalam kontainer seperti kotak pendingin di flatnya.

pria jepang mutilasi 9 orang,
Keluarga korban bersedih akibat mutilasi yang dilakukan pemuda Jepang tersebut (Donegal Daily)

Shiraishi mencekik sembilan orang dengan tali dan mencuri uang mereka. Semua perempuan sebelumnya diserang secara seksual. Dia juga meminjam sekitar 3.240 USD dari satu korban.

Pembunuhan pertama kali terjadi pada Oktober lalu ketika petugas polisi masuk ke flatnya dan menemukan beberapa kotak pendingin berisi bagian-bagian tubuh. Para petugas awalnya mencari seorang perempuan yang hilang dari Tokyo, yang ternyata menjadi salah satu korban.

Shiraishi mengatakan kepada penyelidik bahwa dia berhubungan dengan para korban melalui Twitter dan mengundang mereka ke flatnya, mengatakan dia akan membantu mereka untuk mati.

"Shiraishi juga mengatakan kepada penyelidik bahwa dia melakukan pembunuhan untuk mencuri uang dan ingin menjalani kehidupan yang mudah," kata polisi dilansir dari SCMP Senin (10/9).

Atas kasus ini, pemerintah telah berjanji untuk menangani kejahatan internet dengan meningkatkan pendidikan bagi siswa sekolah menengah, dan mendorong kelompok-kelompok sektor swasta untuk memantau unggaham jejaring sosial yang terkait dengan bunuh diri.

Pada Januari, Twitter Jepang mulai mengizinkan pengguna secara otomatis untuk ditautkan ke badan amal pencegahan bunuh diri, setiap kali mereka mencari kata-kata yang berkaitan dengan bunuh diri.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up