JawaPos Radar

Nasionalis, Jokowi Berbahasa Indonesia Saat Beri Kuliah Umum di Korsel

11/09/2018, 22:35 WIB | Editor: Ilham Safutra
Nasionalis, Jokowi Berbahasa Indonesia Saat Beri Kuliah Umum di Korsel
Presiden Jokowi saat memberikan kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies, Seol. (Laily Rachev SETPRES)
Share this image

JawaPos.com - Selama ini setiap kepala negara berpidato di panggung internasional kerap berbahasa Inggris, medium komunikasi lintas negara. Akan tetapi saat menjadi pembicara dalam kuliah umumm di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) Seoul, Presiden Jokowi menggunakan bahasa Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Ivan Adilla, salah seorang Visiting Professor di Hankuk University of Foreign Studies. "Di sini bahasa nasional masing-masing negara dihargai dan dipelajari. Setiap orang bangga dengan bahasa mereka masing masing," ujar Ivan Adilla kepada JawaPos.com, Selasa (11/9).

Ivan Adilla menyebut, meskipun Jokowi seorang presiden, tapi sosoknya di tengah mahasiswa HUFS begitu egaliter dan sederhana. Buktinya setelah memberikan kuliah umum, mantan Wali Kota Solo itu dengan santai dan tidak sungkan diajak berswafoto oleh mahasiswa setempat. "Ada sesi foto bersama alias selfie dengan presiden juga. Maka tumpah ruahlah mahasiswa kami berfoto dengan Pak Jokowi," sebutnya.

Nasionalis, Jokowi Berbahasa Indonesia Saat Beri Kuliah Umum di Korsel
Presiden Jokowi saat memberikan kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies, Seol. (Laily Rachev SETPRES)

Foto bersama itu dijadikan sebagai kenangan-kenangan terbaik. Mahasiswa Korsel terkesan sekali akan keramahan Jokowi dan ibu negera Iriana Jokowi. Petugas protokoler pun terlihat ramah. Semua dilayani.

Meskipun yang datang seorang kepala negara, pengamanan terlihat simpel. Petugas keamanan berpakaian sipil terlihat di beberapa sudut. Sama sekali tak terlihat polisi berseragam, apalagi militer. Pengawasan dilakukan secara elektrik-visual, sehingga efektif dan membuat nyaman. Tak ada undangan, tapi sudah ada daftar nama pengunjung.

Di pintu masuk, sesuai standar, ada pemeriksaan id-card, dan scanning barang bawaan. Pengunjung melimpah, sehingga di barisan paling depan, mahasiswa harus duduk di karpet. Mereka duduk di depan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menkopolhukam Wiranto yang ketika itu duduk di kursi paling depan.

Sebagaimana diketahui dalam paparannya ketika memberi pidato kuliah umum, Jokowi memberikan tips agar bisa menjadi pemimpin yang baik.

Disebutkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, ada tiga hal penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. "Tiga hal ini penting sekali, kejujuran, keberanian, kemudian kerja keras," ujar Jokowi, Selasa (11/9).

Kejujuran dan integritas sangat penting. Dengan integritas yang baik, rakyat akan percaya kepada pemimpinnya. Sementara keberanian diperlukan terutama dalam pengambilan keputusan karena setiap keputusan mengandung risiko.

"Kemudian kerja keras. Kalau kita melakukan sesuatu tanpa sebuah kerja yang betul-betul habis-habisan dan saya itu mengalami dari mulai nol, di tempat paling bawah menuju ke tangga-tangga berikutnya, kerja keras merupakan salah satu hal yang harus kita miliki," terangnya.

Usai memberikan tipsnya, salah satu mahasiswa bernama Park Ju Yeon memberikan pertanyaan. Park ingin mengetahui bagaimana seorang Jokowi mampu memimpin Indonesia dengan rakyatnya yang tetap bersatu dan harmonis.

(iil/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up