alexametrics

Pasien Covid-19 di Singapura Terdeteksi Berkeliaran ke Pusat Jajanan

11 Juli 2020, 06:00:44 WIB

JawaPos.com – Pasien Covid-19 semestinya berada di dalam masa karantina atau ruang isolasi agar tak menjadi sumber penularan. Tapi di Singapura, terdapat daftar pusat jajanan makanan yang dikunjungi pasien Covid-19 selama terinfeksi. Di antaranya, Bugis Junction, Pusat Makanan Taman Rakyat, Pusat Makanan Jalan Bandara Tua, Woodlands, dan Wisma Atria.

Dilansir dari Straits Times, Jumat (10/7), Departemen Kesehatan Singapura memberikan daftar lokasi yang telah dikunjungi pasien Covid-19 selama setidaknya 30 menit. Padahal pasien semestinya berada di rumah selama 14 hari untuk isolasi mandiri. Pasien Covid-19 semestinya menghindari tempat-tempat ini karena bisa menjadi sumber penularan.

Departemen Kesehatan juga memberikan informasi terbaru tentang 58 rumah tangga di Blok 111 Tampines Street 11 yang sedang diawasi aktif setelah kunjungan. Kementerian sebelumnya mengatakan pengawasan dilakukan sebagai tindakan pencegahan setelah 9 kasus dikonfirmasi dari dua rumah tangga yang berada di blok terdeteksi. Semua orang yang terinfeksi dari dua rumah tangga ini diisolasi lebih awal dan dirawat di rumah sakit.

Pada Kamis (9/7) Departemen Kesehatan mengatakan bahwa ada 123 warga dan pengunjung pusat jajanan yang telah diuji sejauh ini, dan semua hasilnya sudah kembali negatif. Investigasi epidemiologis sedang dilakukan, tetapi sejauh ini tidak ada bukti penyebaran di luar 3 rumah tangga. Depkes mengatakan akan terus memantau situasi dengan cermat.

Satu kasus impor juga ditemukan. Pasien tersebut adalah penduduk tetap yang kembali ke Singapura dari India pada 23 Juni. Dia adalah ODP yang seharusnya berada di rumah selama 14 hari.

Jumlah rata-rata kasus harian baru di Singapura selama seminggu telah meningkat dari 9 kasus dua minggu lalu menjadi 16 kasus dalam seminggu terakhir setelah pembatasan dibuka kembali. Dan 41.631 pasien telah sepenuhnya pulih. Sebanyak 197 pasien masih dirawat di rumah sakit, termasuk satu di unit perawatan intensif, sementara 3.554 pulih dalam fasilitas masyarakat.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads